Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI, Erik Hermawan mencermati lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level psikologis baru sebesar Rp17.600 per Jumat (15/05/2026). Ia mendorong pemerintah dan otoritas moneter segera memperkuat bauran kebijakan sebagai langkah kontigensi untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat.
Erik menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh dtekanan ganda (double hit), yakni eskalasi geopolitik global di Timur Tengah yang memicu capital outflow (faktor eksternal), serta persepsi risiko fiskal ke depan (faktor domestik).
"Mengingat struktur industri nasional yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor mencapai 70 persen di sektor kimia, tekstil, elektronik, hingga farmasi depresiasi ini dipastikan akan mendongkrak biaya produksi (cost of production)," kata Erik kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).
