Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Intinya sih...

  • Rupiah diperkirakan melemah hari ini. Analisis memproyeksikan rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

  • Kurs rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS hari ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah ke level Rp16.886 per dolar AS pada perdagangan Jumat (7/2/2026).

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 44 poin atau 0,26 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Mata uang di Asia bergerak variatif

Mata uang di Asia bergerak bervariatif, dengan rincian:

  • Ringgit Malaysia melemah 0,14 persen

  • Bath Thailand menguat 0,27 persen

  • Yuan China melemah 0,03 persen

  • Rupee India menguat 0,07 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,07 persen

  • Won Korea melemah 0,35 persen

  • Dolar Taiwan melemah 0,06 persen

2. Rupiah diperkirakan melemah hari ini

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, seiring penguatan mata uang Paman Sam di tengah meningkatnya sentimen risk-off global dan aksi sell-off di hampir seluruh kelas aset.

"Kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS hari ini," tegasnya.

3. Pasar masih sensitif terhadap berbagai data ekonomi

Menurutnya, pasar masih sensitif terhadap berita global dan domestik. Setiap data ekonomi yang dirilis hari ini berpotensi memicu volatilitas. Tekanan terhadap rupiah semakin meningkat setelah Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, memicu kekhawatiran investor akan risiko ekonomi domestik.

"Sentimen pasar juga sedang menunggu data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang akan dirilis siang ini, yang diyakini dapat memengaruhi arah rupiah," ungkapnya.

Editorial Team