Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Kurs rupiah terhadap dolar AS melemah tipis, berada di angka Rp16.218.
  • Indeks dolar AS menguat ke level 104,47 dipengaruhi sentimen pemilu AS yang mendukung Trump.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu (24/7/2024) pagi. Namun, mata uang Garuda hanya melemah tipis.

Menurut data yang diambil dari Bloomberg pada pukul 10.01 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp16.218. Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 4,50 poin atau sekitar 0,03 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

1. Pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen Pilpres AS

Menurut pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, indeks dolar AS pada pagi hari ini menunjukkan penguatan ke level 104,47, dibandingkan dengan level sebelumnya di kisaran 104,20.

Penguatan tersebut diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen pemilu Presiden AS yang cenderung mendukung Trump, yang dikenal dengan kebijakan yang sangat pro dolar AS.

Pada masa pemerintahannya sebelumnya, Trump menerapkan proteksi ekonomi yang menyebabkan perang dagang dengan beberapa negara.

Selain itu, para pelaku pasar juga masih menunggu rilis data penting pekan ini, seperti data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dan data indikator inflasi AS. Data-data tersebut akan menjadi penentu apakah ada kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini,” kata Ariston.

2. Pelemahan rupiah diperkirakan akan terbatas

Pengamat pasar keuangan, Lukman Leong menyatakan nilai tukar rupiah diperkirakan akan terus berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS. Hal itu terjadi karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah situasi politik yang berkembang di Amerika Serikat.

“Rupiah diperkirakan diperkirakan masih dalam tekanan dolar AS yang menguat oleh permintaan safe haven di tengah perkembangan politik di AS. Namun perlemahan akan terbatas,” ujarnya.

Para investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam dua hari ke depan. Di sisi domestik, para investor juga tengah mengantisipasi data Penanaman Modal Asing (FDI).

3. Proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini

Dengan situasi saat ini, Ariston memproyeksikan rupiah akan melemah terhadap dolar AS, dengan potensi nilai tukar mencapai Rp16.250, sementara level support diperkirakan berada di sekitar Rp16.180.

Sementara Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.200 hingga Rp16.300 per dolar AS.

Editorial Team