Meski demikian, tekanan terhadap dolar AS tertahan oleh pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang disampaikan pada perdagangan semalam.
Sikap tersebut menjaga ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tetap ketat.
Di sisi lain, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menantikan rilis data ketenagakerjaan AS, non-farm payrolls (NFP), yang dijadwalkan malam ini. Data tersebut dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
"Dengan mempertimbangkan sentimen global tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," tegasnya.