Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)

Intinya sih...

  • Rincian mata uang di Asia bergerak variatif

  • Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring penguatan mata uang Paman Sam.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah pada akhir perdagangan, Jumat (6/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah ke level Rp16.876 per dolar AS per dolar AS.

Mata uang Garuda tercatat terdepresiasi sebesar 34 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rincian mata uang di Asia bergerak variatif

Mata uang di Asia bergerak variatif, dengan rincian sebagai berikut:

Bath Thailand menguat 0,14 persen

Rupee India melemah 0,41 persen

Pesso Filipina menguat 0,13 persen

Won Korea melemah 5,89 persen

Dolar Taiwan melemah 0,01 persen

2. Alasan rupiah melemah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring penguatan mata uang Paman Sam.

"Ada peningkatan sentimen risk-off global dan aksi sell-off di hampir seluruh kelas aset," kata dia.

3. Sentimen global dan domestik bayangi pergerakan rupiah

Menurut dia, pasar masih sensitif terhadap berita global dan domestik. Setiap data ekonomi yang dirilis hari ini berpotensi memicu volatilitas.

"Tekanan terhadap rupiah semakin meningkat setelah Moody’s menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif, memicu kekhawatiran investor akan risiko ekonomi domestik," kata dia.

Editorial Team