Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah Pagi Ini, Investor Pantau Rapat Bank Sentral AS
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.280 per dolar AS, turun 37 poin atau 0,21 persen dibanding penutupan sebelumnya.

  • Sentimen risk-off dan kenaikan harga minyak dunia menekan rupiah di tengah kekhawatiran geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global.

  • Investor menanti hasil rapat The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
29 April 2026

Rupiah melemah pada awal perdagangan menjadi Rp17.280 per dolar AS, turun 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan terjadi di tengah sentimen risk-off dan kenaikan harga minyak dunia.

minggu ini

Bank Sentral AS dijadwalkan mengadakan pertemuan untuk membahas kebijakan moneter dan prospek inflasi. Pertemuan tersebut menjadi fokus utama investor global.

hari Rabu

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuannya.

hari ini

Pengamat memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS dengan kecenderungan ditutup melemah di sekitar Rp17.240–Rp17.280 per dolar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan, mencapai Rp17.280 per dolar AS atau turun 37 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Who?
    Pergerakan rupiah diamati oleh pengamat pasar uang Lukman Leong dan Ibrahim Assuaibi, sementara investor memantau langkah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed).
  • Where?
    Perdagangan berlangsung di pasar valuta asing Indonesia dengan data kurs mengacu pada laporan Bloomberg dari Jakarta.
  • When?
    Pelemahan terjadi pada Rabu pagi, 29 April 2026, sekitar pukul 09.03 WIB saat pembukaan perdagangan.
  • Why?
    Pelemahan dipicu sentimen risk-off global akibat kekhawatiran ekonomi dan ketegangan di Timur Tengah, serta fokus pasar terhadap hasil rapat kebijakan suku bunga The Fed.
  • How?
    Kurs rupiah bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp17.200 hingga Rp17.300 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah seiring sikap hati-hati investor menghadapi ketidakpastian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi ini uang rupiah jadi lemah kalau dibanding sama dolar Amerika. Banyak orang yang jual beli uang jadi hati-hati karena mereka takut ekonomi lagi susah. Ada rapat penting di bank besar Amerika, namanya The Fed, dan semua orang nunggu apa yang akan mereka bilang soal bunga uang. Sekarang rupiah masih naik turun terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun rupiah melemah di awal perdagangan, artikel ini menunjukkan bahwa pergerakan tersebut masih dalam kisaran yang relatif terkendali sesuai proyeksi para pengamat. Fokus pasar yang tertuju pada rapat Bank Sentral AS juga mencerminkan kewaspadaan dan kesiapan pelaku keuangan menghadapi perubahan global, menandakan pasar tetap beroperasi secara rasional dan terpantau dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 09.03 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.280 per dolar AS, melemah 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

1. Sentimen risk-off kembali menekan pasar

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan cenderung melemah di tengah sentimen risk-off yang kembali menyelimuti pasar keuangan global.

Secara sederhana, risk-off adalah kondisi psikologis di mana investor cenderung menghindari aset berisiko dan lebih memilih mengamankan modalnya karena khawatir akan ketidakpastian situasi ekonomi.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentomen risk off dan kenaikan harga minyak mentah dunia merespon penolakan AS terhadap proposal Iran, memicu pesimisme pada harapan damai di Timur Tengah," kata Lukman.

2. Fokus pasar pada kebijakan bank sentral AS

Sementara itu, Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti agenda penting Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan mengadakan pertemuan minggu ini.

Pertemuan tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas terkait kebijakan moneter, yakni langkah bank sentral dalam mengatur suku bunga, serta bagaimana mereka memandang prospek inflasi di tengah gangguan akibat perang Iran.

"The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu," ujar Ibrahim.

3. Proyeksi kurs rupiah di perdagangan hari ini

Menghadapi dinamika pasar hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang Garuda akan berada dalam rentang Rp17.200 hingga Rp17.300 per dolar AS.

Sementara itu, Ibrahim memprediksi perdagangan hari ini akan berjalan fluktuatif dengan kecenderungan mata uang rupiah ditutup melemah di kisaran Rp17.240 hingga Rp17.280 per dolar AS.

Editorial Team