Sentimen global juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan perdagangan. Ibrahim menjelaskan, Trump sempat menarik kembali ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa setelah AS menguasai Greenland, yang memperkuat posisi strategisnya di kawasan Arktik.
Namun, ketegangan dagang kembali meningkat setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap sejumlah sekutu AS, terutama Kanada. Trump menolak potensi kerja sama dagang Kanada dengan China dan mengancam mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap Ottawa.
Pada Senin malam, Trump juga menyatakan akan menaikkan tarif perdagangan terhadap barang-barang Korea Selatan menjadi 25 persen, dengan alasan Seoul menunda penerapan kesepakatan dagang terbaru.
"Pasar tetap waspada terhadap langkah-langkah lebih lanjut dari Trump," tutur Ibrahim.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran dan kawasan Timur Tengah, seiring kedatangan kapal-kapal militer AS ke wilayah tersebut, turut menambah kehati-hatian pelaku pasar global.