Jakarta, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai sudah melampaui kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyebut kondisi tersebut sebagai zona overshooting.
Menurut Yusuf, nilai wajar atau fair value rupiah saat ini seharusnya berada di kisaran Rp16.500 hingga Rp17.000 per dolar AS.
“Selisih dari level itu ke harga sekarang adalah premi yang dibayar pasar untuk tambahan risiko yang dirasakan terhadap Indonesia,” ujarnya kepada IDN Times, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, perhitungan tersebut didasarkan pada diferensial inflasi, kondisi neraca berjalan, hingga risk premium negara berkembang dengan karakteristik ekonomi seperti Indonesia.
