Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan investor saat ini tengah fokus pada tenggat waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pada Minggu (5/4/2026), Trump memperingatkan agar Iran segera mengoperasikan kembali jalur air strategis tersebut paling lambat Selasa (7/4/2026) pukul 8 malam Waktu Bagian Timur.
"Investor fokus pada tenggat waktu Presiden Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz," ujar Ibrahim.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam akan menjadi "Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan" di Iran jika mereka tidak segera membuka selat tersebut.
Di sisi lain, pihak Iran melalui juru bicara kepresidenan, Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei, menyatakan bahwa transit hanya bisa dilanjutkan jika Iran mendapat kompensasi atas kerusakan terkait perang.
"Meningkatnya kembali harga minyak mentah juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir," katanya.