Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Tembus  Rp17.400, Airlangga Sebut Permintaan Dolar AS Naik saat Musim Haji
Konferensi pers hasil pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Rupiah melemah hingga Rp17.425 per dolar AS, dipicu meningkatnya permintaan dolar selama musim haji dan pencairan dividen kuartal II-2026.
  • Airlangga Hartarto menegaskan pelemahan mata uang tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi di berbagai negara lain terhadap dolar AS.
  • Pemerintah dan Bank Indonesia merespons dengan kebijakan seperti perjanjian swap bilateral serta penerbitan obligasi dalam mata uang non-dolar untuk menjaga stabilitas rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kuartal II-2026

Airlangga Hartarto menyebut pencairan dividen pada kuartal II-2026 meningkatkan permintaan dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.

5 Mei 2026

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Airlangga menjelaskan pelemahan rupiah dipicu antara lain oleh meningkatnya permintaan dolar saat musim ibadah haji. Ia juga menyebut langkah Bank Indonesia melalui kerja sama swap bilateral untuk menjaga stabilitas.

kini

Data JISDOR menunjukkan rupiah berada di level Rp17.425 per dolar AS, sempat menyentuh rekor terendah Rp17.455 per dolar AS.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus Rp17.425 per dolar AS, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap dolar dan faktor musiman seperti pembayaran dividen serta musim ibadah haji.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan penjelasan mengenai kondisi pelemahan rupiah dan langkah yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, sementara data nilai tukar berasal dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
  • When?
    Keterangan diberikan pada Selasa, 5 Mei 2026, saat kurs rupiah tercatat berada di level Rp17.425 per dolar AS dan sempat menyentuh titik terendah Rp17.455 per dolar AS.
  • Why?
    Pelemahan terjadi karena meningkatnya permintaan dolar AS selama musim haji dan periode pembayaran dividen kuartal kedua, serta tren global pelemahan mata uang terhadap dolar AS.
  • How?
    Pemerintah bersama Bank Indonesia menempuh langkah seperti kerja sama swap bilateral dalam mata uang lokal dengan beberapa negara dan mendorong penerbitan obligasi non-dolar untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini uang rupiah jadi lemah sekali, satu dolar Amerika harganya sampai tujuh belas ribu empat ratusan. Pak Airlangga bilang banyak orang butuh dolar karena musim haji dan juga karena bagi-bagi uang dividen. Katanya bukan cuma Indonesia yang begini. Bank Indonesia sudah bikin kerja sama dengan negara lain supaya rupiah bisa kuat lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tekanan nilai tukar rupiah, pernyataan Airlangga Hartarto menunjukkan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia bersikap aktif serta terkoordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Upaya seperti memperluas kerja sama swap bilateral dan mendorong penerbitan obligasi non-dolar mencerminkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keuangan nasional di tengah dinamika global yang serupa dialami banyak negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan sejumlah faktor yang mendorong pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Salah satu faktornya adalah musim ibadah haji yang menyebabkan permintaan atas dolar AS meningkat.

“Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS dan biasanya juga pada saat ibadah haji, demand terhadap dolar itu meningkat,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Selain itu, maraknya pencairan dividen di kuartal II-2026 akan meningkatkan permintaan dolar AS, yang mendorong pelemahan rupiah.

“Biasanya di kuartal kedua itu juga ada pembayaran dividen. Jadi demand terhadap dolar tinggi dan kita lihat tetap monitor bagaimana dengan negara-negara lain,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS tak hanya dialami Indonesia.

“Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” kata Airlangga.

Untuk menangani hal tersebut, Airlangga mengatakan, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya kerja sama perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Bilateral Currency Swap Arrangement - BCSA).

Perjanjian kerja sama ini dimaksudkan untuk semakin mendorong perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara.

“Kemudian dengan berbagai negara lain termasuk Jepang, Korea dan yang lain,” ujar Airlangga.

Dia mengatakan, pemerintah akan mendorong penerbitan surat utang atau obligasi dengan mata uang selain dolar AS.

“Sehingga berharap nanti ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat utang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan, yang sifatnya seperti dari China ataupun dari yen itu untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” kata dia.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini berada pada level Rp17.425. Pada perdagangan hari ini, kurs rupiah sempat menyentuh level terburuk sepanjang masa, yakni Rp17.455 per dolar AS.

Editorial Team