Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft) menyatakan kesiapan melanjutkan proyek Blok Tuna pada Juni 2026.
Kelanjutan proyek tersebut sempat tertunda setelah Premier Oil, anak usaha Harbour Energy mundur dari kerja sama pengembangan Blok Tuna. Yuliot mengatakan, pembahasan mengenai kelanjutan proyek dilakukan dalam pertemuan dengan pihak Zarubezhneft di sela kunjungan kerja ke Rusia.
"Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan," kata Yuliot dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).
