Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi artificial intelligence
ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

Intinya sih...

  • NVIDIA (NVDA) - Perusahaan pembuat chip grafis yang menjadi tulang punggung sistem AI. - Sahamnya sering bergerak seiring meningkatnya kebutuhan pusat data dan komputasi AI.

  • Microsoft (MSFT) - Mengintegrasikan AI ke dalam banyak produknya, termasuk layanan cloud Azure. - Sahamnya mencerminkan kestabilan bisnis jangka panjang dengan nilai tambah AI.

  • Alphabet Google (GOOGL) - Pemimpin di bidang pencarian internet dengan penggunaan AI yang luas. - Investasi jangka panjang di bidang AI menjadi bagian penting dari arah bisnisnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence semakin terasa dalam kehidupan sehari hari. Teknologi ini sudah digunakan di dunia internet, layanan keuangan, hingga berbagai aplikasi. Kondisi ini membuat banyak perusahaan teknologi mulai menempatkan AI sebagai bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang mereka.

Memasuki tahun 2026, perhatian investor tidak hanya tertuju pada perusahaan yang menciptakan AI, tetapi juga pada pihak yang menyediakan infrastruktur, perangkat lunak, dan layanan pendukungnya. Saham-saham berikut sering disebut karena perannya yang cukup besar dalam ekosistem AI global. Berikut lima saham korporasi terkait AI yang layak dipantau di tahun 2026.

1. NVIDIA (NVDA)

ilustrasi produk NVIDIA (pexels.com/Jordan Harrison)

NVIDIA dikenal sebagai perusahaan pembuat chip grafis yang kini menjadi tulang punggung banyak sistem AI. Chip buatan NVIDIA digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar, mulai dari pengolahan gambar hingga chatbot. Perusahaan ini berperan penting karena tanpa perangkat keras yang kuat, teknologi AI sulit berkembang.

Dalam beberapa tahun terakhir, saham NVIDIA sering bergerak seiring meningkatnya kebutuhan pusat data dan komputasi AI. Ketika permintaan teknologi AI meningkat, kebutuhan akan chip berperforma tinggi juga ikut naik. Kondisi inilah yang membuat NVIDIA sering dipantau sebagai indikator utama pertumbuhan industri AI secara keseluruhan.

2. Microsoft (MSFT)

ilustrasi logo Microsoft (pexels.com/Angel Bena)

Microsoft merupakan perusahaan teknologi besar yang mengintegrasikan AI ke dalam banyak produknya. Layanan cloud Azure menjadi salah satu fondasi bagi perusahaan dan pengembang untuk menjalankan aplikasi berbasis AI. Selain itu, AI juga mulai digunakan dalam produk sehari-hari seperti aplikasi perkantoran dan sistem operasi.

Pergerakan saham Microsoft cenderung mencerminkan kestabilan bisnis jangka panjang. AI dipandang sebagai nilai tambah yang memperkuat layanan yang sudah ada, bukan sekadar proyek eksperimen. Hal ini membuat saham Microsoft sering dilihat sebagai kombinasi antara perusahaan mapan dan inovasi teknologi masa depan.

3. Alphabet Google (GOOGL)

ilustrasi Google (pexels.com/AS Photography)

Alphabet adalah induk perusahaan Google yang dikenal luas sebagai pemimpin di bidang pencarian internet. Di balik layanan tersebut, Google banyak menggunakan AI untuk menyempurnakan hasil pencarian, iklan digital, dan layanan cloud. Investasi jangka panjang di bidang AI menjadi bagian penting dari arah bisnisnya.

Saham Alphabet kerap menarik perhatian karena AI berpotensi memperkuat sumber pendapatan utama perusahaan. Ketika teknologi AI membantu meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi iklan, dampaknya bisa langsung terasa pada kinerja bisnis. Peningkatan ini juga dapat menjaga daya saing Google di tengah persaingan platform digital yang semakin ketat. Inilah yang membuat saham ini tetap relevan untuk dipantau di tahun 2026.

4. Palantir Technologies (PLTR)

Palantir Technologies (palantir.com)

Palantir berfokus pada perangkat lunak analisis data yang banyak digunakan oleh pemerintah dan perusahaan besar. Sistemnya membantu mengolah data kompleks agar bisa digunakan untuk pengambilan keputusan. Dalam beberapa tahun terakhir, Palantir semakin menekankan penggunaan AI dalam platformnya.

Pergerakan saham Palantir sering dipengaruhi oleh kontrak besar dan ekspansi penggunaan teknologinya. Karena fokusnya pada data dan analisis, Palantir sering dikaitkan dengan kebutuhan AI di sektor strategis. Hal ini menjadikan sahamnya menarik bagi mereka yang ingin memantau penerapan AI di dunia nyata, terutama pada proyek berskala besar yang membutuhkan pengolahan data secara cepat dan akurat.

5. Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC)

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (tsmc.com)

TSMC adalah perusahaan pembuat chip yang memproduksi semikonduktor untuk banyak perusahaan teknologi besar. Walau tidak mengembangkan AI secara langsung, perannya sangat penting karena hampir semua chip AI diproduksi oleh perusahaan seperti TSMC. Tanpa manufaktur chip, perkembangan AI akan terhambat.

Saham TSMC sering dilihat sebagai cerminan permintaan global terhadap teknologi canggih. Ketika kebutuhan chip untuk AI meningkat, pesanan produksi juga ikut naik. Oleh karena itu, TSMC sering dipantau sebagai bagian penting dari rantai industri AI dunia, terutama saat perusahaan teknologi besar memperluas pusat data dan layanan digital berbasis komputasi tinggi.

Kelima saham korporasi terkait AI yang layak dipantau di tahun 2026 tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung pada banyak jenis bisnis. Memahami peran masing masing perusahaan membantu melihat gambaran besar arah teknologi di tahun 2026. Dengan gambaran ini, investasi saham di sektor AI tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga melihat dasar bisnis di baliknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team