Ilustrasi investasi (freepik.com)
Purbaya berharap keberadaan Satgas Debottlenecking mampu mengubah persepsi investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.
Satgas tersebut dibentuk untuk mengurai berbagai hambatan investasi yang selama ini dinilai memperlambat realisasi proyek, mulai dari masalah perizinan hingga lemahnya koordinasi antarinstansi.
Pemerintah juga menggelar sidang rutin setiap pekan untuk membahas pengaduan pelaku usaha. Dalam satu pekan, satgas dapat menangani satu hingga empat kasus hambatan usaha.
Menurut Purbaya, mekanisme kerja satgas dirancang efektif dan transparan. Sidang bahkan digelar terbuka agar seluruh pihak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
“Ada beberapa pihak yang ingin mengadu, tetapi tidak ingin prosesnya disiarkan. Nanti akan kami lihat kasus per kasus. Jika memang tidak perlu disiarkan secara langsung, tidak masalah. Kami akan menyesuaikan mekanisme dengan kebutuhan dan permintaan,” bebernya.
Sejak dibentuk pada akhir 2025, Satgas Debottlenecking telah menerima 142 pengaduan terkait kendala investasi dan hambatan usaha.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 kasus telah dibahas secara terbuka dan 45 kasus dinyatakan selesai.
“Hingga hari ini terdapat 142 pengaduan yang telah disampaikan melalui saluran ini. Sebanyak 83 kasus sudah dibahas secara terbuka dan transparan, bahkan 45 di antaranya telah berhasil diselesaikan. Pembahasan dilakukan setiap minggu,” ujar Purbaya.
Pemerintah menegaskan upaya debottlenecking menjadi bagian dari strategi menciptakan iklim investasi yang lebih transparan, efisien, dan kondusif.
Selain menyederhanakan birokrasi, pemerintah juga mempercepat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar proyek investasi tidak lagi tertahan dalam proses administrasi yang panjang.
“Dengan perencanaan investasi yang lebih baik, sektor swasta dan pemerintah dapat bergerak selaras dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Saya mengajak investor global untuk berinvestasi secara aktif di negara yang memiliki prospek dan menjanjikan dan kepemimpinan yang kuat,” kata Purbaya.