Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menandatangani komitmen untuk membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) di dua lokasi.
Titiknya adalah di Kamal Muara, Jakarta Utara; dan Bantargebang, Kota bekasi yang merupakan lokasi fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Pemprov. Kerja sama itu diteken antara Pemprov DKI dengan Danantara Indonesia.
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani memperkirakan satu proyek PSEL di DKI membutuhkan investasi senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp17,37 triliun (kurs Rp17.368 per dolar AS). Namun, nilai itu berlaku jika fasilitas PSEL yang dibangun kapasitas pengolahan sampahnya hanya 8 ribu ton per hari.
“Jadi ini kalau, saya bicara 8 ribu (ton) ya, kalau 8 ribu, ya investasinya kurang lebih 1 miliar dolar AS,“ ujar Rosan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
