Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seberapa Besar Dampak MotoGP Mandalika 2025 buat Ekonomi RI?
MotoGP Mandalika. (dok. ITDC)
  • MotoGP Mandalika 2025 mencatat dampak ekonomi nasional Rp4,96 triliun menurut studi LETMI ITB, berasal dari peningkatan pariwisata, lapangan kerja, dan penguatan citra Indonesia di dunia.
  • Event ini menarik 140.324 penonton dengan tingkat okupansi hotel di Mandalika mencapai 100 persen, memperluas pergerakan wisatawan hingga Lombok dan Mataram.
  • Lebih dari 600 UMKM terlibat dan 3.000 tenaga kerja terserap, mayoritas warga lokal Lombok Tengah, menunjukkan kontribusi nyata terhadap ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 (MotoGP Mandalika) di Kawasan The Mandalika menghasilkan dampak ekonomi nasional mencapai Rp4,96 triliun.

Angka tersebut berasal dari studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB), yang menilai ajang MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi event olahraga, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Selain jumlah penonton yang besar, efeknya terlihat dari okupansi hotel, keterlibatan UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Berikut rinciannya.

1. Dampak ekonomi tembus Rp4,96 triliun

Penonton MotoGP Mandalika 2025. (dok. ITDC)

Studi LETMI ITB mencatat MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan estimasi dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun. Nilai tersebut berasal dari peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan citra Indonesia di tingkat global.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka mengatakan, ajang itu dirancang sebagai penggerak ekosistem sport tourism nasional.

“Pelaksanaan event internasional di Pertamina Mandalika International Circuit terbukti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” kata Troy dikutip dari keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan, nilai dampak ekonomi tersebut mencerminkan multiplier effect yang melampaui biaya penyelenggaraan event.

2. Tingkat hunian hotel nyaris penuh dan ratusan ribu penonton

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau The Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (dok. ITDC)

MotoGP Mandalika 2025 menghadirkan 140.324 penonton sepanjang penyelenggaraan. Lonjakan kunjungan itu berdampak langsung pada sektor perhotelan dan pariwisata.

Tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen. Sementara itu, rata-rata okupansi di Pulau Lombok tercatat 93 persen dan di Kota Mataram sebesar 90 persen.

Data ini menunjukkan pergerakan wisatawan tidak hanya terpusat di area sirkuit, tetapi menyebar ke wilayah sekitarnya, memperluas manfaat ekonomi daerah.

3. Libatkan 600 UMKM dan serap 3.000 tenaga kerja

Para marshal yang tengah bertugas di sirkuit MotoGP Mandalika. (dok. ITDC)

Dampak ekonomi juga terasa pada pelaku usaha lokal. Lebih dari 600 UMKM terlibat selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.

Selain itu, event ini menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja, dengan 67 persen berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu indikator langsung kontribusi event terhadap ekonomi daerah.

Troy menyebut pengembangan kawasan Mandalika merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem sport tourism yang mengintegrasikan olahraga, pariwisata, dan ekonomi lokal.

“Pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia yang mampu mengintegrasikan sektor olahraga, pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM,” kata Troy.

Editorial Team