Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)
Dari sisi operasional, PIS terus memperkuat kapasitas armada. Hingga akhir 2025, jumlah kapal milik PIS mencapai 110 unit. Seluruh armada beroperasi penuh 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, serta didukung 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) guna memastikan kelancaran sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Selain itu, PIS juga menjalankan sejumlah program strategis, antara lain perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional.
"Langkah ini diperkuat dengan kehadiran tiga kantor pemasaran strategis yang mencakup wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, serta diversifikasi jenis kargo," kata dia.
Dari aspek keselamatan dan standar internasional, PIS mencatat 84 kapal milik telah memenuhi standar Ship Inspection Report Programme (SIRE) pada 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan operasional armada tanker.
“Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing armada Indonesia di kancah global,” ucap Surya.