Ilustrasi anggaran (ladypinem.com)
Lebih lanjut Dwikorita tak memungkiri, realisasi anggaran BMKG 2022 terbilang rendah. Dia menuturkan, ada beberapa alasan yang jadi penyebab rendahnya serapaan anggaran.
"Perlu kami sampaikan penyebab realisasi rendah, adanya kegiatan pinjaman luar negeri yang sudah dialokasikan tetapi masih dalam proses lelang, belum kontrak," tutur dia.
Dia juga memaparkan beberapa catatan penting terkait kegiatan pinjaman luar negeri yang sudah dialokasikan, namun masih proses lelang.
"Yang menyebabkan hal itu ialah tahapan lelang dalam proses pengadaan barang jasa yang bersumber dari loan cukup lama, mengikuti standar World Bank yang perlu banyak step dalam penyusunan aspek," kata Dwikorita.
Kemudian alasan lainnya terkait adaptasi dalam penggunaan aplikasi SAKTI, dalam proses pengajuan sampai dengan pencairan.
"Selanjutnya, termin pembayaran Belanja Modal (BM) baru bisa dibayarkan setelah peralatan masuk ke Indonesia, yaitu di triwulan kedua bahkan ketiga. Karena proses indent peralatan impor minimal tiga bulan, jadi sebelum alat sampai Indonesia termin tidak dapat dicairkan," tutur dia.