Jakarta, IDN Times – Pelemahan rupiah membuat biaya bahan baku impor melambung bagi pengusaha. Meski kenaikan biaya belum sepenuhnya diteruskan ke harga konsumen, industri punya cara lain untuk menekan margin: mengurangi isi dan ukuran produk. Fenomena ini dikenal dengan istilah shrinkflation.
Apabila mengacu pada data Bloomberg, rupiah sudah menyentuh level terendah sepanjang sejarah, yakni Rp17.613,5 per dolar AS pada perdagangan kemarin. Kondisi ini menambah tekanan bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor, sehingga shrinkflation menjadi salah satu strategi untuk menjaga profitabilitas tanpa langsung menaikkan harga jual.
Lantas, apa itu shrinkflation dan apa penyebabnya?
