Jakarta, IDN Times - Pecahnya konflik bersenjata di Iran telah memicu krisis pasokan yang serius pada pasar komoditas logam internasional. Terputusnya jalur pelayaran utama di kawasan Teluk membuat harga aluminium global melonjak tajam ke titik tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Kondisi ini menempatkan berbagai industri besar di Eropa dan Amerika Utara, seperti otomotif dan konstruksi, dalam posisi sulit karena harus berebut pasokan bahan baku yang tersisa di tengah mahalnya biaya energi.
Ironisnya, saat negara-negara Barat menghadapi ancaman kelangkaan yang parah, gudang-gudang penyimpanan di China justru mengalami penumpukan stok aluminium hingga melampaui 1,3 juta ton. Kondisi tersebut menempatkan China pada posisi yang sangat strategis untuk menggenjot ekspor dan mengisi kekosongan pasokan di pasar global.
