Ramadan selalu punya ruang emosional yang berbeda dibanding bulan lainnya. Ada nuansa refleksi, kebersamaan, dan spiritualitas yang terasa lebih kuat dalam setiap aktivitas, termasuk dalam komunikasi brand. Karena itu, pendekatan copywriting saat Ramadan gak bisa disamakan dengan kampanye biasa yang hanya fokus pada diskon atau penawaran cepat.
Audiens cenderung lebih sensitif terhadap pesan yang terlalu agresif dan terlalu berorientasi pada penjualan. Mereka mencari pesan yang hangat, jujur, dan relevan dengan pengalaman sehari-hari selama berpuasa. Di sinilah strategi copywriting perlu disesuaikan agar terasa lebih manusiawi dan menyentuh. Yuk, pahami strategi yang bisa membuat pesan Ramadan terasa lebih dekat di hati dan lebih bermakna!
