Tapi di sisi lain, Ariston mengatakan pasar juga menduga setelah rapat ini, kenaikan suku bunga the Fed akan berkurang. Ini, katanya, mungkin mendorong sebagian pelaku pasar kembali masuk ke pasar setelah kejatuhan dalam harga aset berisiko kemarin.
Selain itu, Ariston menyebut hal ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
"Di tengah pelonggaran aktivitas di masa pandemi, pasar mulai berburu aset berisiko untuk mendapatkan peluang di tengah pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia," katanya.
Ariston menyebut potensi pelemahan rupiah ke kisaran Rp14.730, bisa saja menguat titik Rp14.650.