ilustrasi pejalan kaki di Jakarta, Indonesia (pexels.com/Febry Arya)
Sulitnya menciptakan pekerjaan layak ternyata punya dampak besar bagi masa depan ekonomi Indonesia. Para ekonom seperti Bhima Yudhistira dari Centre of Economic and Law Studies dan Dr Mohammad Faisal dari Core Indonesia menilai industrialisasi menjadi kunci agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Tanpa perluasan industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi Indonesia dikhawatirkan bakal berjalan lebih lambat dalam jangka panjang.
Mereka menekankan bahwa Indonesia harus memperkuat sektor industri sekaligus menciptakan pekerjaan dengan gaji layak dan kualitas baik. Menurut Bhima, Indonesia bahkan perlu tumbuh sekitar 7 sampai 8 persen per tahun supaya bisa menjadi negara maju pada 2045. Jika anak muda terus kesulitan mendapatkan pekerjaan berkualitas, bonus demografi yang seharusnya menguntungkan justru bisa berubah menjadi beban ekonomi besar di masa depan.
Indonesia sebenarnya punya peluang besar untuk menjadi negara maju karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Akan tetapi, peluang itu bisa hilang jika anak muda terus kesulitan mendapatkan pekerjaan layak. Lapangan kerja berkualitas, peningkatan keterampilan, serta industrialisasi yang tepat jadi faktor penting untuk menentukan masa depan ekonomi negara.
Bukan cuma pemerintah yang perlu bergerak, dunia pendidikan dan industri juga harus saling menyesuaikan kebutuhan zaman. Jika masalah ini berhasil diatasi, generasi muda Indonesia bisa benar-benar menjadi kekuatan utama yang membawa ekonomi negara naik kelas.