potret Jusuf Kalla bersama anggota Kalla Group (kalla.co.id)
Salah satu sumber kekayaan utama Jusuf Kalla berasal dari bisnis yang dijalankan melalui Kalla Group. Perusahaan keluarga ini diketahui menjangkau banyak sektor strategis. Di antaranya seperti otomotif, manufaktur, konstruksi, properti, energi, transportasi logistik, edukasi, hingga hospitality.
Melihat riwayatnya, Kalla Group didirikan oleh Hadji Kalla pada 1952. Jika merunut sejarahnya, kepemilikan perusahaan kemudian beralih ke Jusuf Kalla pada 1967 hingga 1999. Setelahnya, perusahaan dipimpin oleh Fatimah Kalla hingga 2018.
Sejak 2018 hingga sekarang, roda kepemimpinan Kalla Group kembali beralih ke generasi berikutnya. Sampai saat ini, perusahaan dipimpin Solihin Jusuf Kalla sebagai President Director.
Berikut rincian daftar perusahaan di bawah naungan Kalla Group:
Di sektor otomotif, ada Kalla Toyota yang merupakan salah satu dealer pendiri Toyota di Indonesia di bawah PT Toyota Astra Motor.
Di sektor transportasi dan logistik, terdapat Kalla Logistics, Kalla Transport, serta Kalla Lines.
Di sektor konstruksi, Kalla Group memiliki sejumlah unit usaha seperti Kalla Aspal, PT Bumi Karsa, dan Kalla Beton.
Di sektor properti, terdapat PT Kalla Inti Karsa sebagai pengembang utama yang mengelola berbagai aset komersial, seperti Mal Ratu Indah, NIPAH Park, dan Wisma Kalla.
Di sektor energi, Kalla Group menaungi PT Poso Energy dan PT Malea Energi yang merupakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Di sektor mineral, PT Bumi Mineral Sulawesi mengelola fasilitas pengolahan nikel.
Di sektor hospitality, PT Inti Karsa Persada menjalankan bisnis yang mencakup food and beverage serta pengelolaan fasilitas acara.
Di sektor pendidikan, Kalla Group juga membangun Sekolah Islam Athirah dan Kalla Institute.