Jakarta, IDN Times - Industri minyak dan gas (migas) nasional dinilai berada di titik krusial. Ketergantungan pada impor pipa dan peralatan strategis, keterbatasan penguasaan teknologi, hingga lemahnya basis industri domestik menjadi penghambat Indonesia untuk naik kelas dalam rantai nilai global.
Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) Gede Pramona mengatakan, transformasi industri menjadi kebutuhan mendesak.
Oleh karena itu, pentingnya peningkatan daya saing industri pipa seamless dalam negeri yang saat ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 46 persen.
“Transformasi dari sekedar resource extraction menuju industrial capability menjadi satu-satunya jalan agar Indonesia keluar dari jebakan ekonomi berbasis komoditas,” ujar Gede dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
