Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TalentGO.AI Luncurkan Asisten HR Virtual, Pangkas Proses Rekrutmen
ilustrasi berkas rekrutmen (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • TalentGO.AI meluncurkan asisten HR virtual berbasis AI untuk mempercepat dan mengefisienkan proses rekrutmen, terutama bagi UKM yang sering terkendala waktu dan biaya tinggi.
  • Platform ini menawarkan layanan B2B end-to-end seperti pencarian kandidat, penilaian CV otomatis, dan video interview, dengan klaim mampu mempercepat seleksi hingga 80 persen.
  • Sejak diluncurkan, lebih dari 50 perusahaan telah menggunakan TalentGO.AI dengan tingkat kesesuaian hasil AI mencapai 85–90 persen serta durasi rekrutmen hanya sekitar tiga hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Startup teknologi rekrutmen, TalentGO.AI, memperkenalkan asisten HR virtual berbasis akal imitasi (AI) untuk membantu perusahaan mempercepat dan mengefisienkan proses perekrutan karyawan.

Kebutuhan talenta digital, banyak perusahaan—khususnya usaha kecil dan menengah (UKM) masih terkendala proses rekrutmen yang memakan waktu dan biaya. Rata-rata proses perekrutan disebut bisa menyedot hingga 150 jam kerja dengan biaya mencapai Rp11,5 juta, terutama untuk tahap penyaringan CV dan wawancara awal.

1. Ketimpangan di pasar tenaga kerja

Ilustrasi lowongan kerja (freepik.com/vector4stock)

CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella, mengatakan platform yang dirintisnya lahir dari pengalaman pribadi melihat ketimpangan di pasar tenaga kerja.

“Sejak 2020 saya melihat sulitnya kandidat mendapatkan pekerjaan, sementara di sisi lain pemilik bisnis kesulitan menemukan talenta yang tepat. Dari situ kami mengembangkan solusi berbasis AI untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar Valencia dalam keterangan resminya, Kamis (27/2/2026).

2. Rincian cara rekrutmen

Startup teknologi rekrutmen, TalentGO.AI, memperkenalkan asisten HR virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) (Dok/Istimewa).

Hadir pada 2025, TalentGO.AI menawarkan layanan business-to-business (B2B) end-to-end, mulai dari pencarian kandidat, otomasi penilaian CV, hingga video interview. Perusahaan mengklaim teknologi yang digunakan mampu memangkas proses rekrutmen hingga enam kali lebih cepat.

Valencia menilai persoalan utama rekrutmen bukan semata kurangnya kandidat, melainkan proses administrasi manual yang menyita waktu, mulai dari sourcing hingga screening awal. Dalam praktiknya, beban tersebut kerap ditangani langsung oleh pemilik usaha atau tim operasional.

"Lewat pendekatan “AI Virtual HR”, sistem TalentGO.AI disebut dapat mempercepat proses seleksi hingga 80% dengan membaca pola dan konteks CV, bukan sekadar mencocokkan kata kunci. Kandidat kemudian diurutkan berdasarkan tingkat kecocokan dengan posisi yang dibutuhkan," tegasnya.

3. Platform sudah digunakan 50 perusahaan

ilustrasi mencari pekerjaan melalui website lowongan kerja (pexels.com/EVG Kowalievska)

Sejak peluncuran, TalentGO.AI mengklaim telah digunakan lebih dari 50 perusahaan dengan lebih dari 130 posisi aktif dan menjangkau lebih dari 30.000 kandidat dalam tiga bulan pertama. Perusahaan juga menyebut proses rekrutmen, dari pencarian hingga offering, dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari untuk sejumlah klien di sektor teknologi, ritel, manufaktur, F&B, hingga fashion.

Berdasarkan 75 siklus rekrutmen, tingkat keselarasan penilaian AI dengan standar rekruter disebut berada di kisaran 85 persen–90 perssn. Meski demikian, perusahaan tetap menyediakan mekanisme override dan kalibrasi berkala untuk meminimalkan potensi bias.

“Rekrutmen seharusnya bukan lagi menjadi beban administratif yang panjang dan mahal. Dengan proses yang lebih ringkas, perusahaan bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis inti,” tutup Valencia.

Editorial Team