Ramadan selalu membawa ritme yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja. Pola tidur berubah, jam makan bergeser, dan energi cenderung naik turun sepanjang hari. Dalam situasi seperti ini, pengaturan waktu kerja tim perlu pendekatan yang lebih adaptif supaya produktivitas tetap terjaga tanpa mengabaikan kondisi fisik dan mental.
Mengelola tim saat Ramadan bukan cuma soal memangkas jam kerja, tapi soal menyusun ulang prioritas dan ritme kolaborasi. Tanpa strategi yang jelas, target bisa terasa berat dan komunikasi berpotensi kurang efektif. Dengan pendekatan yang tepat, keseimbangan antara ibadah dan kinerja profesional tetap bisa tercapai. Yuk, simak beberapa tips praktis agar kerja tim saat Ramadan tetap solid dan hasilnya tetap balance!
