Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Scarcity Marketing yang Ampuh Tingkatkan Penjualan saat Ramadan
ilustrasi promo flash sale (freepik.com/freepik)
  • Ramadan jadi momen strategis bagi bisnis karena lonjakan belanja, sehingga strategi pemasaran seperti scarcity marketing penting untuk menciptakan urgensi pembelian yang etis dan efektif.
  • Scarcity marketing menekankan batas waktu jelas, stok terbatas, serta edisi khusus Ramadan untuk memicu keputusan cepat tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen.
  • Penerapan tepat melalui momentum puncak belanja dan bonus eksklusif mampu meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan selama bulan Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan selalu jadi momen emas bagi pelaku usaha karena perilaku belanja masyarakat cenderung meningkat signifikan. Kebutuhan harian, hampers, fashion muslim, hingga produk makanan mengalami lonjakan permintaan dalam waktu relatif singkat. Situasi ini menciptakan kompetisi yang ketat, sehingga strategi pemasaran perlu lebih tajam dan relevan.

Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah scarcity marketing, yaitu strategi menciptakan kesan terbatas untuk mendorong keputusan pembelian lebih cepat. Psikologi konsumen cenderung merespons kuat terhadap kata “terbatas” atau “hanya hari ini”. Jika diterapkan dengan tepat dan etis, strategi ini mampu meningkatkan urgensi tanpa terasa manipulatif. Yuk, pahami tips scarcity marketing yang efektif agar penjualan Ramadan terasa lebih optimal dan terarah!

1. Gunakan batas waktu yang jelas dan realistis

ilustrasi promo diskon (pexels.com/cottonbro studio)

Batas waktu adalah elemen paling klasik dalam scarcity marketing. Promo dengan label “khusus 3 hari pertama Ramadan” atau “berakhir saat sahur terakhir” mampu menciptakan dorongan psikologis yang kuat. Konsumen cenderung mengambil keputusan lebih cepat saat ada tenggat yang jelas.

Namun, batas waktu harus realistis dan konsisten dengan komunikasi brand. Jika promo terus diperpanjang tanpa alasan jelas, kredibilitas bisa menurun. Transparansi membantu menjaga kepercayaan sekaligus tetap memicu rasa urgensi yang sehat.

2. Tampilkan stok terbatas secara transparan

ilustrasi produk hampers (unsplash.com/Freddie Collins)

Menampilkan informasi stok seperti “tersisa 25 paket hampers” memberi sinyal kuat pada calon pembeli. Strategi ini bekerja karena manusia cenderung takut kehilangan kesempatan atau fear of missing out. Saat stok terlihat menipis, dorongan untuk segera membeli meningkat.

Meski demikian, angka stok harus akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Informasi palsu justru merusak reputasi brand dalam jangka panjang. Kejujuran dalam komunikasi menciptakan efek urgensi yang lebih kredibel dan berkelanjutan.

3. Ciptakan edisi khusus Ramadan

ilustrasi produk emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Produk dengan label “Ramadan edition” atau “limited Ramadan series” punya daya tarik emosional yang kuat. Nuansa eksklusif membuat konsumen merasa memperoleh sesuatu yang unik dan gak tersedia sepanjang tahun. Sentuhan desain khusus atau kemasan tematik memperkuat kesan tersebut.

Edisi terbatas seperti ini juga meningkatkan persepsi nilai produk. Konsumen merasa produk tersebut lebih spesial dibanding varian reguler. Ketika Ramadan berakhir, kelangkaan itu otomatis menciptakan kenangan dan kesan eksklusif yang kuat.

4. Manfaatkan momen puncak belanja

ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/Shoper .pl)

Ramadan memiliki fase belanja tertentu, seperti awal bulan dan menjelang Idulfitri. Mengatur promo terbatas pada periode puncak ini dapat meningkatkan efektivitas kampanye. Waktu yang tepat membuat strategi terasa relevan dan kontekstual.

Menggabungkan momen ini dengan hitungan mundur di landing page atau media sosial menambah efek urgensi. Visual countdown sederhana mampu memicu respons cepat tanpa perlu narasi berlebihan. Momentum yang tepat sering kali lebih kuat daripada diskon besar tanpa konteks waktu.

5. Kombinasikan dengan bonus terbatas

ilustrasi melayani pelanggan (unsplash.com/Clay Banks)

Bonus tambahan seperti “gratis kartu ucapan premium untuk 100 pembeli pertama” memberi daya tarik ekstra. Strategi ini bukan hanya soal diskon, tapi soal nilai tambah yang terasa eksklusif. Konsumen cenderung merasa lebih dihargai saat ada keistimewaan khusus.

Pendekatan ini juga efektif untuk meningkatkan nilai transaksi rata-rata. Ketika bonus terasa langka, pembeli terdorong menyelesaikan transaksi lebih cepat. Dengan kombinasi yang tepat, strategi ini memperkuat urgensi sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Scarcity marketing saat Ramadan bukan sekadar menciptakan rasa terbatas, tapi tentang memahami psikologi konsumen secara etis dan strategis. Batas waktu, stok terbatas, edisi khusus, momentum, dan bonus eksklusif adalah kombinasi yang saling menguatkan. Jika diterapkan dengan konsisten dan jujur, strategi ini mampu meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan kepercayaan pelanggan. Ramadan adalah momen yang tepat untuk memaksimalkan peluang dengan pendekatan yang cerdas dan terukur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian