Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada China soal pasokan magnet tanah jarang yang sangat penting untuk industri teknologi. Ia menilai tarif 200 persen bisa diberlakukan jika ekspor magnet itu ditahan, sehingga berisiko mengguncang perjanjian dagang dua raksasa ekonomi dunia. Peringatan ini ia sampaikan usai bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Gedung Putih pada Senin (25/8/2025).
Trump menegaskan hal itu dalam pernyataannya kepada awak media.
“Mereka harus memberi kami magnet, jika mereka tidak memberi kami magnet, maka kami harus mengenakan tarif 200 persen atau sesuatu,” kata Trump dikutip dari CNBC.
Dilansir dari Al Jazeera, China menguasai sekitar 90 persen pasokan global magnet tanah jarang dan proses mineral untuk memproduksinya. Komponen tersebut sangat krusial untuk industri otomotif, elektronik, energi hijau, hingga pembuatan chip semikonduktor yang dipakai di ponsel pintar.