Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan kondisi perekonomian AS akan berpengaruh pada perekonomian negara-negara di dunia.
Dia mengklaim jika perekonomian AS tumbuh, hal yang sama juga akan dialami seluruh negara. Sebaliknya, jika perekonomian AS ambruk, maka negara lain juga akan merasakannya.
“Ketika keadaan buruk, semuanya, kita semua, Anda semua akan mengikuti kami saat jatuh. Dan Anda akan mengikuti kami saat kami tumbuh,” tutur Trump dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026, Rabu (21/1/2026).
Oleh sebab itu, menurut Trump, saat perekonomian AS berkembang pesat, seharusnya menjadi kabar baik bagi seluruh dunia.
Trump menyebut, kondisi ekonomi AS saat ini adalah kabar baik bagi seluruh dunia, karena pemulihan yang dia klaim begitu pesat.
“Dan ini berita hebat dan hebat bagi semua negara. AS adalah motor ekonomi di planet,” kata dia.
Menurut Trump, kebijakan tarif resiprokal yang dikenakan ke berbagai negara menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang baik bagi AS. Dia pun mengklaim telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mengeluarkan 1,2 juta orang dari daftar penerima bantuan pangan.
“Sejak inagurasi saya, kami mengangkat lebih dari 1,2 juta orang dari program bantuan pangan (SNAP),” ujar dia.
Trump juga memamerkan realisasi investasi yang berhasil diraih pemerintahannya dalam satu tahun, yakni mencapai 18 triliun dolar AS. Dia mengklaim nilai itu merupakan rekor tertinggi yang tak pernah berhasil dicapai negara mana pun di dunia.
“Itu tidak pernah diraih oleh negara mana pun, bahkan tidak ada yang pernah mendekati. Setelah satu tahun lalu, di bawah Partai Demokrat yang radikal, kami adalah negara yang mati. Sekarang kami adalah negara terhebat di dunia ini,” ucap Trump.
