Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mencemooh habis-habisan proyek energi hijau dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026.
Trump melontarkan kritik keras terhadap proyek yang digencarkan negara-negara Uni Eropa, dan juga yang sebelumnya menjadi agenda Presiden ke-46 AS, Joe Biden.
“Karena kemenangan saya dalam pemilihan umum, AS bisa terhindar dari kehancuran energi katastrofik yang dialami setiap negara-negara di Eropa, yang mengejar kebohongan soal energi hijau. Mungkin itu adalah hoaks terbesar sepanjang sejarah,” ucap Trump.
Dia mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) adalah proyek yang merugikan sebuah negara.
“PLTA menghancurkan tanah Anda. Setiap kali itu berputar, Anda kehilangan 1.000 dolar AS. Anda seharusnya menghasilkan uang dari energi, bukan kehilangan uang,” ucap Trump.
Trump sebelumnya menyinggung China yang menipu banyak negara dengan menjual PLTA, sementara Negeri Bambu itu masih menggunakan batu bara sebagai sumber energi.
“China sangat pintar, mereka membuat PLTA untuk menghasilkan keuntungan. Mereka menjualnya ke orang-orang bodoh. Tetapi mereka tidak menggunakannya. Mereka punya PLTA, tapi mereka tidak menggunakannya. Mereka hanya membangun itu untuk memamerkan ke khalayak,” ujar Trump.
Trump mengatakan, dirinya telah berhasil meningkatkan produksi energi jauh lebih tinggi dibandingkan Biden. Justru, menurutnya, Biden telah menyebabkan penurunan 95 persen pada penerbitan izin pengeboran lapangan minyak dan gas (migas) domestik baru.
“Di bawah pemerintahan Joe Biden pengantuk, pemberian izin pengeboran minyak dan gas domestik baru turun 95 persen,” tutur Trump.
