Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fasilitator dan dosen Universitas Indonesia, David Ronald Tairas, dalam program Pengabdian Masyarakat UI (Dok. GSSD Universitas Indonesia)
Fasilitator dan dosen Universitas Indonesia, David Ronald Tairas, dalam program Pengabdian Masyarakat UI (Dok. GSSD Universitas Indonesia)

Intinya sih...

  • UI dan GPIB Bojonggede bekerja sama untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal.

  • Pengembangan usaha kebutuhan dasar di masyarakat sekitar rumah ibadah, seperti peternakan dan budidaya ikan.

  • UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan jumlah tercatat sekitar 65,5 juta unit.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sektor ekonomi lokal masih menjadi salah satu penopang utama dalam ekonomi di Indonesia. Dengan kewirausahaan, banyak masyarakat Indonesia yang bisa bertahan dari gempuran ketidakpastian ekonomi.

Meski begitu, banyak dari masyarakat yang belum memahami cara mengembangkan usahanya. Dalam kondisi ini, Graduate School of Sustainable Development (GSSD) Universitas Indonesia bekerja sama dengan GPIB Bojonggede demi meningkatkan potensi ekonomi lokal. Kolaborasi keduanya menjadi perwujudan peran kampus dan rumah ibadah dalam pengembangan ekonomi di level komunitas.

1. Pelatihan berdasarkan prinsip keberlanjutan

Ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebagai tahapan awal, UI dan GPIB Bojonggede menerapkan pengembangan dalam usaha kebutuhan dasar di masyarakat sekitar rumah ibadah, yakni peternakan dan budidaya ikan. Dari sini, puluhan jemaah diasah kemampuannya untuk bisa membudidayakan ayam petelur, ikan gurame, dan lainnya. Tak cuma itu, mereka juga dilatih untuk membuat pakan ternak agar biaya produksi bisa lebih ditekan dan bisnisnya berkelanjutan.

"Kami berharap warga bukan hanya memperoleh keterampilan, tetapi mampu menjaga keberlanjutan usaha mereka. Dalam sehari, ayam petelur yang dikelola peserta sudah mampu menghasilkan dua lusin telur. Untuk produksi pakan ternak, capaian harian saat ini mencapai 35 kilogram pakan unggas dan 15 kilogram pakan ikan. Sementara budidaya gurame telah tumbuh hingga satu kilogram per ekor, dan diperkirakan siap panen pada awal 2026," ujar Dosen sekaligus fasilitator GSSD, Ronald Tairas, dalam keterangannya kepada IDN Times.

2. Rumah ibadah juga punya tanggung jawab ke komunitas

Ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara, Ketua PHMJ GPIB Bojonggede, Jeffrey Massie, menyatakan pihaknya merasa harus turun tangan dalam penguatan ekonomi lokal. Sebab, gereja juga harus turun tangan dalam mengembangkan kemampuan jemaahnya agar bisa lebih baik dalam pengelolaan ekonominya.

"Program ekonomi kreatif ini sangat membantu jemaah. Banyak warga yang awalnya tidak memiliki kegiatan produktif, kini mulai membangun usaha kecil. Dampaknya terasa langsung pada ekonomi keluarga," kata Jeffrey.

3. UMKM tulang punggung ekonomi Indonesia

Ilustrasi ekonomi terguncang (IDN Times/Arief Rahmat)

UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia sepanjang 2025. Dilansir situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, jumlah UMKM yang tercatat mencapai sekitar 65,5 juta unit.

Secara total, UMKM menyumbang 61,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dengan serapan 119 juta tenaga kerja. Maka dari itu, pengembangan di level ekonomi lokal perlu ditingkatkan.

Editorial Team