Jakarta, IDN Times - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) merampungkan “e-Trade Readiness Assessment” (eT Ready). Kajian ini turut memperluas pengembangan pembayaran digital, serta penguatan tata kelola dan koordinasi regulasi.
Dalam kajian itu, Unctad juga melaporkan, ekonomi digital Indonesia menyumbang lebih dari sepertiga total ekonomi digital ASEAN. Transaksi ekonomi digital Indonesia pada 2024 mencapai sekitar USD 90 miliar.
UNCTAD melaporkan transaksi bruto melalui pembayaran digital di Indonesia meningkat menjadi 404 dolar AS. Ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 340 dolar AS pada 2023 dan 286 dolar AS pada 2022. Sedangkan, transaksi non-tunai sepanjang 2024 tembus Rp6.700 triliun.
"Indonesia menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat menjadi pendorong daya saing dan inklusi secara bersamaan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) UNCTAD, Pedro Manuel Moreno, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
