Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia per akhir Maret 2026 tumbuh melambat di tengah penurunan utang sektor swasta.
Dalam laporan terbarunya, BI menyebut posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal I 2026 mencapai 433,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.660,7 triliun (asumsi kurs Rp17.674 per dolar AS).
Angka tersebut tumbuh 0,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 yang sebesar 1,9 persen yoy.
"Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, dikutip, Selasa (19/5/2026).
