Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamenkeu Baru Belum Puas dengan Pertumbuhan Ekonomi RI, Kenapa?
Wamenkeu Juda Agung tiba di Kemenkeu. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Pencapaian yang patut disyukuri: Walaupun belum puas, Juda menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,39 persen pada kuartal IV-2025 perlu disyukuri karena merupakan yang tertinggi sejak 2022.

  • Pertumbuhan ekonomi RI lebih tinggi dibandingkan negara lain: Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal IV-2025 lebih tinggi dibandingkan negara lain, dengan China hanya mencapai 4,5 persen pada kuartal yang sama.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung mengaku belum puas atas pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang hanya 5,39 persen. Meski begitu, Juda menyatakan tetap bersyukur atas capaian tersebut.

"Kita lihat belum puas karena di bawah potensialnya. Pertumbuhan 5,39 di kuartal IV-2025 masih di bawah potensinya dan masih bisa didorong," ujar Juda dalam CNBC Economic Outlook 2026, Selasa (10/2/2026).

1. Pencapaian yang patut disyukuri

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Walaupun belum puas, Juda menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,39 persen pada kuartal IV-2025 perlu disyukuri. Hal itu lantaran capaian tersebut adalah yang tertinggi sejak 2022 atau sejak ekonomi rebound pasca COVID-19.

"Kita lihat sisi positifnya adalah pertumbuhan 5,39 persen itu adalah pertumbuhan yang tertinggi sejak 2022 ketika terjadi rebound COVID. Setelah itu kan agak lemah, 5,39 ini sebuah achievement yang patut kita syukuri," tutur Juda.

2. Pertumbuhan ekonomi RI lebih tinggi dibandingkan negara lain

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, Juda mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal IV-2025 lebih tinggi dibandingkan negara lain. Jika dibandingkan dengan China, RI lebih tinggi karena China hanya mencapai 4,5 persen pada kuartal yang sama.

"Dibandingkan (anggota) G20 lain pertumbuhan kita paling tinggi," kata Juda.

3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 5,11 persen

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. (IDN Times/Triyan)

Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).

“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy). Pada periode tersebut, PDB Indonesia tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun (ADHK).

Editorial Team