Bogor, IDN Times - H-2 menjelang bulan suci Ramadan 2026, harga komoditas daging di Kota Bogor mulai merangkak naik.
Berdasarkan pantauan di Pasar Anyar dan Pasar Gembong Suka Sari pada Selasa (17/2/2026), kenaikan signifikan terjadi pada daging sapi dan daging ayam potong.
Fenomena "harga munggahan" ini mulai dikeluhkan pedagang karena membuat omzet menurun, sementara para pembeli memilih menyiasati lonjakan harga dengan memborong stok lebih awal untuk kebutuhan sahur.
Kenaikan harga daging sapi mulai dirasakan para pedagang di Pasar Gembong Sukasari.
Salah satu pedagang daging sapi, Aldo (33) menyebutkan bahwa harga daging has dalam kini menyentuh angka Rp140 ribu per kilogram dari harga normal di kisaran Rp125 ribu hingga Rp130 ribu.
"Kenaikannya hampir Rp10 ribuan. Kalau Lebaran ada kemungkinan naik lagi. Belajar dari tahun kemarin, harganya bisa sampai Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilonya," ujar Aldo saat ditemui di lapaknya.
Warga Bogor Siasati Stok Daging Antisipasi Harga Meroket Jelang Ramadan

Intinya sih...
Tidak hanya daging murni, bagian tulang iga juga mengalami lonjakan harga yang cukup terasa bagi pembeli. Aldo mengungkapkan bahwa harga tulang iga saat ini berada di angka Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, padahal harga normalnya biasanya hanya Rp80 ribu sampai Rp85 ribu.
Harga daging ayam melonjak, pedagang keluhkan sepi pembeliKondisi serupa terjadi pada komoditas daging ayam potong di Pasar Anyar. Salah satu pedagang ayam, Ari, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi selama tiga hari terakhir.
1. Stok tulang iga ikut naik dan mulai langka
Tidak hanya daging murni, bagian tulang iga juga mengalami lonjakan harga yang cukup terasa bagi pembeli.
Aldo mengungkapkan bahwa harga tulang iga saat ini berada di angka Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, padahal harga normalnya biasanya hanya Rp80 ribu sampai Rp85 ribu.
Selain harga yang naik, ketersediaan stok tulang iga di pasar juga mulai menipis karena tingginya permintaan menjelang puasa.
2. Harga daging ayam melonjak, pedagang keluhkan sepi pembeli
Kondisi serupa terjadi pada komoditas daging ayam potong di Pasar Anyar. Salah satu pedagang ayam, Ari, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi selama tiga hari terakhir. Harga ayam yang semula Rp35 ribu hingga Rp40 ribu kini melonjak menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Imbas dari kenaikan ini, Ari mengaku jumlah pelanggan yang datang ke lapaknya berkurang drastis karena daya beli masyarakat yang menurun.
“Naiknya sekitar Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per kilo. Kalau untuk pembeli sendiri, sekarang malah mengalami penurunan banyak,” keluh Ari.
3. Strategi pembeli borong daging untuk stok di freezer
Menyiasati harga yang terus meroket dan mengantisipasi tutupnya sejumlah pedagang di awal puasa, para ibu rumah tangga memilih untuk berbelanja lebih awal.
Salah satu pembeli, Dewi, mengaku sengaja memborong daging sapi dan ayam masing-masing sebanyak 2 kg untuk stok sahur.
"Ditaruh di freezer dulu buat nanti. Soalnya kalau sudah puasa hari pertama atau kedua, biasanya tukang daging kadang belum jualan. Jadi kita buat stok di rumah biar gak pusing," kata Dewi.
Ia berencana mengolah stok daging tersebut menjadi rendang atau semur untuk menu pertama keluarga.