ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
Sejalan dengan hal tersebut, prospek industri yang menjadi fokus Perseroan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang solid.
"Pasar kakao dan cokelat global diproyeksikan tumbuh dengan CAGR sekitar 4,9 persen hingga 2034, sementara pasar bahan baku kakao di Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen hingga 2031, didorong oleh peningkatan konsumsi produk berbasis cokelat, ekspansi industri makanan dan minuman, serta tren premiumisasi produk," ungkapnya.
Selain itu, Indonesia telah memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama global dengan menjadi produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia.
Dalam momentum pertumbuhan ini, Perseroan optimis dapat mengakselerasi ekspansi pada lini bisnis utama, termasuk penguatan sektor kakao olahan dan bahan baku, pengembangan produk konsumen, serta akuisisi strategis untuk memperluas portofolio usaha.
"Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain signifikan di industri kakao olahan dan bahan baku, serta meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional dalam jangka panjang," tegasnya.