Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Para menteri dan kepala badan yang menjadi panelis dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Para menteri dan kepala badan yang menjadi panelis dalam Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Pemerintah menggelar Indonesia Economic Outlook 2026 sebagai respons atas perubahan prospek utang pemerintah menjadi negatif dari Moody’s Ratings.

  • Presiden Prabowo Subianto menyoroti program strategisnya, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menegaskan program KDKMP didukung dengan regulasi yang jelas dan memastikan KDKMP akan memberi dampak positif bagi perekonomian Tanah Air.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menggelar acara Indonesia Economic Outlook 2026 sebagai respons atas perubahan prospek utang pemerintah menjadi negatif dari Moody’s Ratings.

Acara itu diawali dengan pengantar dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan dilanjutkan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti berbagai program strategisnya, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Setelah pidato Prabowo, acara dilanjutkan dengan sesi panel diskusi yang dipimpin Airlangga. Adapun pembicaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman; Menteri ESDM Bahlil Lahadalia; dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Dalam pemaparannya, Zulhas kembali menyoroti program MBG, KDKMP, dan KNMP. Di hadapan para tamu undangan yang mencakup pimpinan perusahaan-perusahaan swasta besar dan juga BUMN, Zulhas menegaskan program KDKMP didukung dengan regulasi yang jelas.

“Bapak-ibu sekalian saya hormati, Koperasi Desa Merah Putih, jelas, tidak usah ragu-ragu. Ada dasar hukumnya, ada Undang-Undang Dasar, Pasal 33 ayat 1. Ada Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992, PP Nomor 7 Tahun 2021, ada Keppres, ada Inpres 17 Tahun 2025. Jadi semua aturannya jelas, terang, lengkap,” kata Zulhas di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dia memastikan, tahun ini akan terbangun 30.008 KDKMP di wilayah desa. Sementara Koperasi Kelurahan Merah Putih yang lokasinya di kota, akan terbangun sebanyak 40 ribu unit.

“Jadi, kalau ada yang mengatakan ini tidak, tidak ada kebijakan-kebijakan, tidak, karena semua didukung oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Zulhas.

Zulhas juga memastikan KDKMP akan terintegrasi dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemasok bahan baku. “Kemudian Kopdes ini nanti dia akan menjadi supplier dari SPPG (dapur MBG). Sudah diatur, karena dalam tata kelola SPPG, MBG itu diatur, nanti yang bisa men-supply SPPG itu adalah usaha desa setempatan. Boleh BUMDes, boleh koperasi, boleh UMKM, dan lain-lain,” ujar Zulhas.

Zulhas memastikan, KDKMP akan memberi dampak positif bagi perekonomian Tanah Air. Bahkan, menurutnya di Bantul itu, KDKMP memberikan dampak pertumbuhan ekonomi desa sekitar 11-12 persen.

“Delapan puluh (80) ribu Kopdes ini, itu rata-rata satu Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih, akan menyeret tenaga kerja langsung, itu 20, yang langsung. Jadi kalau 80 ribu terbangun, dia akan menyerap tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta. Belum mitra yang tidak langsung,” kata Zulhas.

Editorial Team