Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi investasi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi investasi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Perubahan nilai investasi rentan menimbulkan stres dan kecemasan.

  • Tekanan emosional memengaruhi kualitas pengambilan keputusan

  • Membutuhkan pengetahuan dan pemantauan secara intensif.

  • Pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar dan instrumen investasi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Instrumen investasi dengan tingkat risiko yang tinggi pada umumnya menawarkan keuntungan yang besar dan menjanjikan, bahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, peluang yang ada jelas diiringi oleh konsekuensi yang tidak ringan bagi investor.

Tanpa pemahaman dan kesiapan yang matang, maka risiko tinggi bisa sangat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan yang ada. Simaklah beberapa konsekuensi berikut ini yang bisa terjadi dan harus siap dihadapi apabila memilih instrumen investasi yang tinggi risikonya.

1. Potensi kerugian finansial yang lebih besar

ilustrasi investasi (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Instrumen yang memiliki risiko tinggi biasanya memiliki nilai fluktuasi yang jauh lebih tajam dan sulit untuk diprediksi oleh investor. Kondisi inilah yang juga rentan membuat nilainya mengalami penurunan, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.

Jika kondisi ini tidak dikelola dengan baik, maka potensi kerugian pun bisa sangat signifikan. Dampak yang ada bisa sangat mengganggu kestabilan keuangan investor secara signifikan, sehingga hal ini patut diperhitungkan.

2. Tekanan psikologis yang lebih tinggi

ilustrasi investasi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Perubahan nilai investasi yang cukup ekstrem ternyata bisa rentan menimbulkan stres hingga kecemasan berlebih. Investor harus siap dalam menghadapi berbagai ketidakpastian yang mungkin terjadi hampir di setiap waktunya.

Tekanan emosional yang dialami bisa memengaruhi kualitas pengambilan keputusan secara signifikan. Justru tanpa kendali yang baik, maka investor pun berisiko mengambil tindakan secara impulsif yang sangat merugikan portofolio.

3. Membutuhkan pengetahuan dan pemantauan secara intensif

ilustrasi trading (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery)

Investasi dengan risiko yang tinggi tentu saja menuntut pemahaman secara mendalam terhadap kondisi pasar dan juga instrumen yang kerap digunakan. Investor harus memantau terkait pergerakan nilai secara rutin agar tidak sampai melakukan kesalahan.

Kurangnya pengetahuan hanya akan memperbesar risiko kesalahan dalam mengambil keputusan yang ada. Akibat dari hal ini akan membuat risiko kerugian pun menjadi jauh lebih besar dan sulit untuk dikendalikan.

4. Ketidakpastian terhadap tujuan keuangan jangka panjang

ilustrasi trading (unsplash.com/Behnam Norouzi)

Nilai investasi yang tidak stabil sebetulnya bisa menghambat pencapaian dari tujuan keuangan untuk jangka panjang. Rencana keuangan pun nantinya akan semakin sulit disusun secara konsisten dan berkelanjutan.

Ketidakpastian yang ada bisa sangat memengaruhi perencanaan masa depan, seperti untuk dana pendidikan atau dana pensiun. Investor harus menyesuaikan strategi agar tujuan investasi pun tetap realistis.

Memilih instrumen investasi dengan risiko tinggi memerlukan kesiapan mental dan finansial yang kuat. Setiap konsekuensi yang ada harus dipertimbangkan secara matang dalam mengambil keputusan. Sebaiknya pilihlah investasi yang disesuaikan dengan tujuan finansial masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team