Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tipe Orang yang Perlu Penasihat Keuangan di 2026, Kamu Termasuk?
ilustrasi penasihat keuangan (freepik.com/pressfoto)
  • Kebutuhan akan penasihat keuangan meningkat di 2026 karena kondisi ekonomi makin kompleks dan banyak orang mencari panduan profesional.

  • Tipe yang disarankan memakai penasihat keuangan mencakup profesional sibuk, pencari akuntabilitas, dan individu berpenghasilan tinggi misalnya.

  • Pentingnya memilih penasihat secara hati-hati dan mengenal beberapa kandidat sebelum memutuskan agar strategi keuangan sesuai kebutuhan pribadi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengatur keuangan di 2026 terasa semakin menantang karena kondisi ekonomi terus berubah dan pilihan finansial makin kompleks. Banyak orang mulai mempertimbangkan bantuan profesional supaya gak salah langkah dalam mengelola uang.

Survei Gallup tahun 2025 menunjukkan lebih dari 40% orang dewasa di Amerika cenderung mencari saran dari penasihat keuangan saat menghadapi persoalan finansial. Hal ini menandakan kebutuhan akan panduan keuangan semakin meningkat.

Para pakar menyarankan agar keputusan memakai jasa penasihat gak dilakukan secara impulsif. Jika masih ragu, membuka percakapan awal dengan beberapa penasihat bisa menjadi langkah aman. Yuk, cek apakah kamu termasuk salah satu tipe orang yang disarankan memakai penasihat keuangan di 2026 lewat pembahasan berikut ini.

1. Profesional yang super sibuk

ilustrasi sibuk (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Profesional dengan aktivitas kerja tinggi sering gak memiliki cukup waktu untuk mengelola keuangan secara mendalam. Fokus utama biasanya tertuju pada pekerjaan sehingga perencanaan investasi dan tabungan pensiun kerap terabaikan. Gloria Garcia Cisneros, seorang certified financial planner di LourdMurray, menjelaskan bahwa ada orang-orang yang sebaiknya menghabiskan waktu pada bidang keahliannya saja, sementara urusan finansial dibantu oleh profesional. Pendekatan ini membantu mencegah kesalahan akibat keputusan yang terburu-buru.

Brad Lineberger, seorang certified financial planner di Seaside Wealth Management, menilai pekerja di usia pertengahan karier perlu memastikan tabungan pensiun serta manfaat kantor sudah dimaksimalkan. Ia menjelaskan bahwa penasihat keuangan dapat membantu menyusun strategi seperti pengelolaan dana pensiun dan tabungan investasi lanjutan. Pendampingan tersebut membuat keuangan gak hanya terkumpul, tapi juga terarah. Hasilnya, masa depan finansial terasa lebih terkontrol meski jadwal kerja padat.

2. Orang yang butuh akuntabilitas dalam mengatur uang

ilustrasi saving (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Sebagian orang memahami pentingnya menabung dan berinvestasi, tapi sulit konsisten menjalankannya. Emily Koochel, manajer financial wellness di eMoney Advisor, menjelaskan bahwa akuntabilitas berperan besar dalam pencapaian tujuan keuangan. Menurutnya, penasihat keuangan membantu memantau perkembangan rencana, mengingatkan target, serta merayakan pencapaian kecil. Cara ini membuat proses mengatur uang terasa lebih terstruktur.

Gloria Garcia Cisneros juga menilai manusia sering gak objektif saat menilai kondisi finansialnya sendiri. Kehadiran pihak luar bisa memberikan sudut pandang netral dan membantu mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan. Rahkim Sabree, seorang financial therapist di R&A Consulting, menjelaskan bahwa penasihat keuangan dapat memberikan kejelasan dan struktur bagi orang yang mengalami kelelahan mental saat mengurus uang. Dengan begitu, kebiasaan finansial bisa dibangun secara perlahan dan konsisten.

3. Individu berpenghasilan tinggi dengan aset kompleks

ilustrasi properti (freepik.com/jcomp)

Orang dengan penghasilan tinggi biasanya telah memaksimalkan tabungan dasar, tapi masih memiliki dana lebih untuk dikelola. Chris Fohlin, seorang financial coach di Fohlin Financial Coaching, menjelaskan bahwa kondisi ini membuka peluang untuk strategi finansial yang lebih kompleks seperti investasi properti atau akun investasi biasa di luar dana pensiun. Penasihat keuangan membantu menjelaskan risiko dan manfaat dari setiap pilihan tersebut. Pendampingan ini mencegah uang dikelola secara sembarangan.

Lindsay Bryan-Podvin, seorang financial therapist di Mind Money Balance, menilai kesalahan finansial pada level ini bisa berdampak besar karena nilai aset yang dikelola lebih tinggi. Ryan Haiss, seorang certified financial planner di Flynn Zito Capital Management, menjelaskan bahwa semakin banyak aset, semakin rumit urusan pajak dan perencanaan portofolio. Rahkim Sabree juga menyoroti bahwa individu dengan latar belakang ekonomi rendah yang tiba-tiba berpenghasilan tinggi sering membutuhkan bantuan dalam mengelola emosi dan perubahan gaya hidup.

4. Orang dengan kondisi keuangan rumit atau sedang berubah

ilustrasi pemakaman (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Peristiwa hidup seperti perceraian, kematian pasangan, atau menerima warisan dapat mengubah kondisi keuangan secara drastis. Gloria Garcia Cisneros menjelaskan bahwa situasi tersebut sering menimbulkan kebingungan karena banyak keputusan besar harus diambil dalam waktu singkat. Penasihat keuangan membantu menyusun ulang rencana hidup berdasarkan kondisi terbaru. Pendekatan ini memberikan rasa aman karena keputusan dibuat dengan pertimbangan matang.

Brad Lineberger menjelaskan bahwa orang yang menerima warisan perlu panduan tentang pajak, investasi, dan penggunaan uang secara bijak. Lindsay Bryan-Podvin menambahkan bahwa penasihat keuangan dapat menyederhanakan pilihan dengan menawarkan beberapa opsi terbaik sesuai tujuan hidup klien. Perubahan besar seperti menikah atau merawat orangtua juga membutuhkan rencana finansial baru. Dengan bantuan profesional, transisi hidup terasa lebih terarah.

5. Pasangan dengan latar belakang keuangan berbeda

ilustrasi pasangan diskusi finansial (pexels.com/Mikhail Nilov)

Perbedaan cara pandang soal uang sering menjadi sumber konflik dalam hubungan. Lindsay Bryan-Podvin menjelaskan bahwa perselisihan finansial termasuk salah satu penyebab utama keretakan hubungan. Kehadiran penasihat keuangan sebagai pihak netral membantu pasangan menemukan titik temu. Diskusi keuangan menjadi lebih rasional dan gak emosional.

Chris Fohlin menilai pasangan dengan tanggungan perlu perencanaan tambahan seperti asuransi jiwa dan dana pendidikan anak. Ia menjelaskan bahwa penasihat keuangan membantu memetakan skenario terburuk agar keluarga tetap aman secara finansial. Cara ini memberikan rasa tenang karena setiap pihak memahami rencana jangka panjang. Hubungan pun terasa lebih kuat karena tujuan keuangan dibangun bersama.

Penasihat keuangan bukan hanya untuk orang kaya, tapi untuk siapa saja dengan kondisi tertentu yang membutuhkan arahan dan struktur. Profesional sibuk, pencari akuntabilitas, individu berpenghasilan tinggi, orang dengan perubahan hidup besar, serta pasangan dengan perbedaan cara pandang soal uang termasuk kelompok yang paling diuntungkan. Keputusan menggunakan jasa penasihat tetap perlu dipertimbangkan dengan matang dan gak terburu-buru.

Para pakar menyarankan agar kamu mengenal lebih dari satu penasihat sebelum memilih. Jika kamu merasa masuk dalam salah satu kategori di atas, 2026 bisa menjadi waktu tepat untuk mulai mencari pendamping finansial. Keuangan yang terarah akan membantu hidup terasa lebih tenang dan terkendali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team