Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Side Hustle Realistis ala Mahasiswa yang Patut Dicoba, Auto Cuan!
Ilustrasi orang memegang uang (pexels.com/ Karola G)

Intinya sih...

  • Mengikuti lomba sesuai passion, bisa menambah pengalaman dan penghasilan

  • Jadi asisten penelitian dosen, dapat honor dan peluang nama dicantumkan di artikel jurnal

  • Bangun personal branding dan jadi freelancer, investasi karier jangka panjang dengan skill yang dimiliki

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masalah keuangan jadi kendala yang cukup sering dihadapi oleh mahasiswa. Apalagi buat mahasiswa rantau yang harus hidup jauh dari orang tua, dengan uang pas-pasan demi bisa bertahan hidup di tanah orang. Belum lagi kalau ada kebutuhan mendadak seperti tugas numpuk yang butuh cetak, iuran organisasi, sampai ajakan nongkrong yang gak enak kalau ditolak terus.

Ketika pengeluaran terasa tidak sebanding dengan pemasukan, mau gak mau mahasiswa dituntut buat lebih kreatif. Bukan cuma soal bertahan hidup, tapi juga soal belajar mandiri secara finansial. Nah, berikut ini 6 ide side hustle ala mahasiswa yang realistis dan tentunya win-win solution biar kamu tetap bisa punya uang jajan tambahan tanpa harus ninggalin kuliah.

1. Mengikuti lomba sesuai passion

ilustrasi lomba fotografi (freepik.com/freepik)

Ini worth it banget, serius. Coba deh mulai lirik lomba yang sesuai sama passion kamu. Jangan keburu minder duluan. Banyak mahasiswa yang awalnya coba-coba, tapi malah pulang bawa piala.

Misalnya, kalau kamu suka nulis, pilihannya banyak banget, mulai dari lomba esai, Karya Tulis Ilmiah (KTI), cerita pendek, puisi, sampai karya jurnalistik. Selain nambah jam terbang dan pengalaman, kamu juga berpeluang auto cuan kalau menang. Gak cuma lomba nulis, masih banyak banget lomba-lomba yang bisa kamu ikuti di luar sana. Debat, fotografi, olimpiade, robotik, kompetisi seni, olahraga dan masih banyak lagi. Tinggal disesuaikan sama kelebihan kamu.

Yang sering nggak disadari, lomba juga bisa jadi jalan buat jalan-jalan gratis ke luar kota. Caranya? Kamu bisa mengajukan proposal lomba ke kampus untuk minta pendanaan keberangkatan. Kalau menang, kamu dapat uang hadiah lomba, ditambah uang apresiasi dari kampus. Pulang bukan cuma bawa sertifikat, tapi juga cerita, relasi, dan isi dompet yang lebih tebal.

2. Jadi asisten penelitian dosen

Ilustrasi orang sedang meneliti (pexels.com/Edward Jenner)

Kalau kamu tipe mahasiswa yang cukup akademik dan nyaman berkutat sama data, jurnal, dan riset, ikut proyek penelitian dosen bisa jadi opsi yang pas banget. Biasanya, dosen butuh mahasiswa buat bantu pengumpulan data, observasi lapangan, wawancara, transkrip, sampai olah data. Dari sini, kamu bukan cuma belajar soal metodologi penelitian secara langsung, tapi juga dapat gambaran nyata dunia akademik.

Keuntungannya gak main-main. Selain pengalaman, dosen biasanya memberikan honor. Kalau penelitiannya lapangan, kamu juga bisa ikut perjalanan riset bareng dosen. Output akhirnya sering kali berupa artikel jurnal, dan ada peluang nama kamu ikut dicantumkan di sana. Lumayan banget buat portofolio akademik dan bekal kamu kalau mau lanjut S2.

3. Bangun personal branding dan jadi freelancer (jual skill kamu)

Ilustrasi orang sedang menjadi pembicara (pexels.com/Mikhail Nilov)

Di era yang serba digital ini, skill adalah aset! Pelan-pelan, coba kenali diri sendiri. Apa sih yang jadi kelebihanmu? Jangan cuma disimpan, tapi ditunjukkan.

Di era sekarang, personal branding itu penting, bahkan sejak masih mahasiswa. Ini bukan cuma berguna untuk uang tambahan, tapi juga investasi karier jangka panjang.

Misalnya, kamu jago public speaking, kamu bisa nge-freelance MC, moderator, atau speaker. Kalau kamu mahir desain grafis, video editing, fotografi, atau menulis konten, kamu bisa membuka jasa dan menerima klien.

Semakin konsisten kamu menunjukkan value-mu, semakin besar peluang kamu diajak kolaborasi oleh brand, komunitas, atau mitra profesional. Dari sini, uang tambahan bisa datang secara bertahap tapi berkelanjutan. Dan kamu dibayar karena skill yang kamu punya!

4. Ikuti seminar atau pelatihan dari instansi

Ilustrasi orang mengikuti kegiatan seminar (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Selama penulis jadi mahasiswa, sering banget nemu informasi seminar atau pelatihan yang diadakan lembaga atau instansi pemerintahan. Nah, yang kadang luput disadari, beberapa acara seperti ini menyediakan uang transportasi untuk peserta, lho!

Kamu tinggal daftar, terus datang ke venue. Biasanya sih diadakan di hotel atau gedung pertemuan. Di sana nanti kamu tinggal duduk manis, mendengarkan materi, dapat snack, lunch, terus dapat ilmu, sertifikat, dan pas pulang...dikasih amplop. Lumayan banget kan buat tambahan uang saku.

Buat update informasinya, kamu bisa pantengin Instagram kampus, BEM, HIMA, atau organisasi mahasiswa lainnya. Sesekali cek juga akun instansi pemerintah yang sering ngadain pelatihan buat anak muda.

5. Open jasa titip (jastip) atau antar jemput (anjem)

Ilustrasi motor (pexels.com/Pixabay)

Berbeda dengan ojek online (ojol), jasa titip (jastip) dan antar jemput (anjem) ini lagi cukup diminati di kalangan mahasiswa. Alasanya simple, tarifnya lebih murah dan lebih fleksibel serta bisa membantu sesama mahasiswa.

Nah, Kalau kamu punya kendaraan dan waktu luang atau jeda perkualiahan, peluang ini bisa kamu manfaatkan, mulai dari antar jemput teman ke kampus, stasiun, bandara, sampai jastip makanan atau barang. Memang gak langsung bikin kaya, tapi lumayan buat nambah uang makan sehari-hari atau sekadar mengisi waktu luang dengan hal produktif.

6. Buka usaha kecil-kecilan

Ilustrasi orang membawa tas belanja (pexels.com/Max Fischer)

Kalau kamu suka dunia bisnis dan pengin punya pemasukan yang berkelanjutan, buka usaha kecil-kecilan bisa jadi pilihan yang tepat. Gak harus besar, yang penting jalan dulu.

Kamu bisa mulai dari lingkungan terdekat, di kampus, kos, atau lingkar pertemanan. Entah itu jualan makanan, minuman, barang, marchandise atau jasa tertentu. Semua bisa disesuaikan dengan modal dan minatmu.

Usaha kecil-kecilan ini bukan hanya soal cuan, tapi juga soal belajar konsistensi, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Siapa tahu, dari yang awalnya iseng, malah jadi usaha yang terus kamu bawa sampai lulus.

Intinya, jadi mahasiswa memang sering dihadapkan pada keterbatasan. Tapi dari keterbatasan itu juga, kita belajar buat lebih kreatif dan mandiri. Uang tambahan itu bisa dicari, asal mau bergerak dan gak gengsi buat mulai dari hal kecil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team