ilustrasi kalung (pexels.com/SHVETS production)
Di balik kelebihannya, emas 16K juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Kekurangan ini umumnya berkaitan dengan aspek investasi dan kemudahan menjual kembali. Oleh karena itu, memahami sisi negatifnya sama pentingnya dengan mengetahui kelebihannya.
a. Nilai jual kembali lebih rendah
Karena kadar emas murninya tidak setinggi emas 22K atau 24K, nilai jual kembali emas 16K cenderung lebih rendah. Selisih antara harga beli dan harga jual juga bisa cukup besar, terutama pada perhiasan. Kondisi ini membuat potensi keuntungan dari emas 16K menjadi terbatas.
b. Kurang cocok untuk investasi jangka panjang
Emas 16K lebih tepat diposisikan sebagai perhiasan dibanding instrumen investasi. Fluktuasi harga serta spread yang lebar membuatnya kurang ideal untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang. Investor emas biasanya lebih memilih emas murni karena likuiditas dan stabilitasnya lebih baik.
c. Tidak diterima di semua tempat
Tidak semua toko emas atau pegadaian menerima emas dengan kadar di bawah 18K. Hal ini bisa menjadi kendala ketika kamu ingin menjual kembali emas 16K dalam kondisi mendesak. Terlebih jika perhiasan tersebut tidak dilengkapi sertifikat atau berasal dari toko yang kurang dikenal.
Dengan memahami kekurangan emas 16K sejak awal, kamu bisa menyesuaikan tujuan pembelian secara lebih realistis. Jenis emas ini tetap menarik jika digunakan sebagai perhiasan, bukan sebagai aset utama investasi. Keputusan membeli pun menjadi lebih matang dan terukur.
Dengan memahami apa itu emas 16K, kamu bisa lebih bijak dalam memilih perhiasan sesuai kebutuhan dan tujuan. Emas 16K menawarkan keseimbangan antara harga, daya tahan, dan nilai, meski tidak ideal sebagai investasi jangka panjang. Selama digunakan dengan pertimbangan yang tepat, emas 16K tetap menjadi pilihan menarik di pasaran.