Ilustrasi credit (IDN Times/Arief Rahmat)
BCA juga mencatat fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga 6 persen YoY. Meski demikian, kata Jahja, aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp586,8 triliun di akhir Maret 2021.
Lalu kredit korporasi mencapai Rp262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9 persen YoY. Sementara itu, kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen YoY menjadi Rp178,9 triliun.
BCA mencatat total kredit konsumer terkontraksi 10 persen YoY menjadi Rp139,5 triliun. Hal yang sama juga terjadi pada portofolio kredit konsumer di mana KPR turun 3,4 persen YoY menjadi Rp89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7 persen YoY menjadi Rp36,0 triliun.
"Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2 persen YoY ke Rp11,1 triliun. Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini. Dari total portofolio kredit, sekitar 21,4 persen atau Rp126,0 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan," papar Jahja.