ilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)
Adapun harga emas di pasar spot terkoreksi hingga 16 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan menyentuh level sekitar 4.400 dolar AS per troy ounce (toz).
Harga emas logam mulia Antam juga terus menunjukkan penurunan. Kemarin, Jumat (27/3/2026) turun Rp40 ribu menjadi Rp2,81 juta per gram.
Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer menyebutkan penurunan harga emas dipicu oleh aksi sell-off di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Tekanan ini turut didorong oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya keuntungan dari obligasi, sehingga membuat emas kurang menarik dibandingkan aset imbal hasil dan berpotensi mengubah pola pembelian emas oleh bank sentral.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global di Selat Hormuz, meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak.
Kondisi itu mendorong ekspektasi Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi tersebut, emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.