Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kurma
Ilustrasi kurma (pexels.com/Valeria Boltneva)

Intinya sih...

  • Jualan menu berbuka puasa: Fleksibel, konsisten, dan harga masuk akal.

  • Jualan kue kering: Permintaan meningkat drastis, efisien, dan berpotensi berlanjut setelah Lebaran.

  • Bisnis hampers Ramadan: Nilai jual tinggi, strategi kombinasi produk, dan margin keuntungan besar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan bukan hanya momen ibadah, tetapi juga periode ketika aktivitas ekonomi meningkat signifikan. Pola konsumsi masyarakat berubah, kebutuhan bertambah, dan banyak orang rela mengeluarkan uang lebih demi kenyamanan selama berpuasa hingga Lebaran.

Kondisi ini menciptakan peluang bisnis yang hampir selalu berulang setiap tahun. Menariknya, beberapa jenis usaha cenderung aman karena sudah menjadi bagian dari rutinitas Ramadan.

Tanpa perlu edukasi pasar yang berat, bisnis-bisnis ini langsung bertemu dengan kebutuhan nyata masyarakat. Nah, Kira-kira ide bisnis apa saja ya? Scroll dibawah ini!

1. Jualan menu berbuka puasa

Ilustrasi makanan (freepik.com/freepik)

Menu berbuka selalu jadi prioritas utama saat Ramadan. Banyak orang ingin berbuka dengan makanan yang enak, manis, atau gurih tanpa harus repot memasak sendiri. Inilah alasan takjil, nasi box, dan menu siap santap selalu dicari setiap sore menjelang magrib.

Bisnis ini relatif fleksibel karena bisa disesuaikan dengan kapasitas produksi. Penjual rumahan dapat fokus pada satu atau dua menu andalan, sementara penjual skala lebih besar bisa menawarkan paket berbuka lengkap. Selama rasa konsisten dan harga masuk akal, pembeli biasanya akan datang kembali.

2. Jualan kue kering

Kue Kering (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Menjelang akhir Ramadan, permintaan kue kering meningkat drastis. Banyak orang mulai mencari stok untuk suguhan tamu saat Lebaran, bahkan jauh hari sebelum hari raya tiba. Hal ini membuat bisnis kue kering hampir selalu kebanjiran pesanan.

Selain kue klasik, camilan modern juga semakin diminati. Dengan kemasan yang rapi dan sistem pre-order, penjual bisa mengatur produksi lebih efisien. Bisnis ini juga berpotensi berlanjut setelah Lebaran karena pelanggan biasanya sudah percaya dengan kualitas produk.

3. Bisnis hampers ramadan

Ilustrasi hampers (pexels.com/Yahya Gopalani)

Memberi hampers sudah menjadi kebiasaan, baik untuk keluarga, teman, maupun relasi kerja. Isi hampers juga beragam, mulai dari makanan, minuman, perlengkapan ibadah, hingga produk custom sesuai permintaan.

Bisnis hampers memiliki nilai jual tinggi karena menekankan konsep dan kemasan. Penjual tidak harus memproduksi semua isi sendiri, cukup mengombinasikan produk yang ada lalu dikemas secara menarik. Dengan strategi ini, margin keuntungan bisa lebih besar.

4. Bisnis busana muslim

Ilustrasi persiapan baju lebaran (freepik.com/freepik)

Ramadan dan Lebaran identik dengan kebutuhan busana muslim baru. Banyak orang mempersiapkan pakaian khusus untuk salat Id, acara keluarga, hingga silaturahmi. Hal ini membuat permintaan busana muslim meningkat signifikan setiap tahun.

Tak hanya pakaian, aksesori pendukung seperti hijab, peci, dan tas juga ikut terdongkrak. Penjual bisa memanfaatkan tren warna atau model tertentu agar produknya lebih relevan dengan selera pasar. Promosi yang konsisten selama Ramadan sangat berpengaruh pada penjualan.

5. Bisnis minuman segar

Ilustrasi es buah (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Minuman segar hampir tidak pernah absen dari meja berbuka. Es buah, es sirup, susu kurma, hingga minuman kekinian versi rumahan selalu menjadi incaran, terutama saat cuaca panas dan waktu puasa panjang.

Bisnis minuman Ramadan punya kelebihan dari sisi variasi dan inovasi. Penjual bisa memanfaatkan bahan sederhana namun dikemas dengan konsep menarik. Dengan promosi yang tepat dan rasa yang konsisten, bisnis ini bisa berkembang pesat meski hanya berjalan sebulan.

6. Jualan kurma

Ilustrasi kurma (pexels.com/Valeria Boltneva)

Kurma sudah identik dengan Ramadan dan hampir selalu dibeli setiap tahun. Baik untuk berbuka puasa, stok di rumah, maupun sebagai bingkisan, permintaannya cenderung stabil dan luas. Jenisnya pun beragam, dari kurma ekonomis hingga premium.

Selain dijual langsung, kurma juga bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti susu kurma, cokelat isi kurma, atau dessert berbasis kurma. Inovasi sederhana ini bisa membuat produk lebih menarik dan berbeda dari penjual lainnya tanpa meninggalkan pasar utama yang sudah ada.

7. Jualan makanan sahur

Makanan Catering(pexels.com/Lampalampa Indonesia)

Selain berbuka, waktu sahur juga membuka peluang bisnis yang besar. Banyak orang tidak sempat memasak sendiri, terutama pekerja dan mahasiswa, sehingga memilih makanan siap santap atau lauk praktis. Menu seperti ayam ungkep, lauk frozen, nasi box sahur, hingga sayur matang selalu dicari.

Bisnis ini punya nilai tambah karena menyasar kebutuhan rutin selama sebulan penuh. Dengan sistem pre-order atau langganan, penjual bisa mengatur produksi dengan lebih rapi dan meminimalkan risiko makanan tidak terjual. Konsistensi rasa dan kebersihan menjadi kunci utama agar pelanggan mau repeat order.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team