Usaha kerajinan rajut asal Kota Malang, Candyco, menunjukkan bagaimana hobi bisa berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan. (dok. BRI)
Penguatan bisnis Candyco juga didukung oleh platform LinkUMKM dari BRI, yang menyediakan akses pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha. Adillah mengaku mengikuti program Seven Days Challenge dari LinkUMKM, yang membantu pelaku UMKM melakukan refleksi bisnis sekaligus menyusun strategi ke depan.
“Seru karena kami bisa melakukan rewind dan refleksi atas berbagai hal yang sudah dijalankan selama perjalanan membangun bisnis, sehingga membantu kami menyusun strategi ke depan,” ungkapnya.
Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM. Platform ini menyediakan enam fitur utama, mulai dari UMKM Smart, Rumah BUMN, hingga Etalase Digital, serta didukung ratusan modul pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai Candyco sebagai contoh UMKM yang mampu tumbuh berkat pengelolaan usaha yang konsisten.
“Candyco menunjukkan bahwa daya saing UMKM bertumpu pada pengelolaan usaha yang konsisten, kualitas yang terjaga, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar. LinkUMKM menyediakan akses pembelajaran, pendampingan, serta program yang aplikatif agar pelaku usaha dapat menata bisnisnya lebih terukur sesuai tahap pengembangan. Melalui penguatan kapasitas tersebut, BRI mendorong UMKM memperluas pasar dan membangun fondasi usaha yang tangguh untuk tumbuh berkelanjutan,” pungkasnya. (WEB)