Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membeli Valas dengan Mudah dan Aman untuk Pemula
Ilustrasi valuta asing (pexels.com/Audy of Course)
  • Membeli valas kini makin mudah lewat mobile banking, money changer, atau kantor cabang bank dengan keunggulan masing-masing dalam hal kepraktisan, keamanan, dan pilihan mata uang.
  • Transaksi digital lewat aplikasi bank menawarkan kemudahan tanpa perlu uang tunai, sementara money changer memberi kurs kompetitif dan pecahan beragam jika dilakukan di tempat resmi.
  • Tabungan valas bisa dicairkan kapan saja dalam bentuk Rupiah atau mata uang asing, namun nilainya tergantung kurs saat pencairan serta aturan biaya dari bank terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Valuta asing atau valas masih jadi pilihan banyak orang, baik untuk kebutuhan liburan ke luar negeri, bisnis, sampai investasi. Sekarang, cara membeli valas juga makin mudah karena kamu gak harus selalu datang ke bank atau money changer. Bahkan, beberapa bank sudah menyediakan layanan pembelian valas langsung lewat aplikasi.

Selain praktis, membeli valas juga perlu memperhatikan kurs dan keamanan transaksi. Jangan sampai kamu asal beli tanpa tahu selisih harga atau tempat penukaran yang terpercaya. Nah, berikut beberapa cara membeli valas yang paling umum dan aman buat kamu coba.

1. Beli valas lewat mobile banking

Ilustrasi mobile banking (unsplash.com/CardMapr.nl)

Cara membeli valas yang paling praktis saat ini adalah lewat aplikasi mobile banking. Banyak bank di Indonesia sudah menyediakan fitur pembelian mata uang asing secara digital, seperti Dolar AS, Yen Jepang, Euro, hingga Dolar Singapura. Prosesnya juga cukup mudah. Kamu hanya perlu membuka aplikasi bank, masuk ke menu valas, lalu pilih mata uang yang ingin dibeli. Setelah itu, saldo Rupiah di rekening akan otomatis dikonversi sesuai kurs yang berlaku saat transaksi dilakukan.

Keuntungan membeli valas digital adalah kamu gak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain lebih aman, transaksi juga bisa dilakukan kapan saja tanpa harus datang ke kantor cabang. Cara ini cocok buat kamu yang ingin menabung mata uang asing untuk kebutuhan masa depan atau investasi. Namun, pastikan kamu memperhatikan kurs jual dan biaya administrasi yang diterapkan bank. Beberapa bank punya selisih kurs yang berbeda-beda, jadi sebaiknya bandingkan terlebih dahulu sebelum membeli.

2. Beli valas tunai di money changer (kurs kompetitif)

Ilustrasi money changer (pexels.com/Mathias Reding)

Selain lewat bank, kamu juga bisa membeli valas tunai di money changer. Tempat penukaran uang ini biasanya menawarkan kurs yang cukup kompetitif dibanding beberapa bank, terutama untuk mata uang populer seperti Dolar AS dan Euro. Sebelum datang, kamu bisa mengecek kurs terlebih dahulu melalui situs resmi atau media sosial money changer terkait. Dengan begitu, kamu bisa memilih waktu yang tepat untuk membeli valas saat nilai tukarnya sedang menguntungkan.

Keunggulan lain dari money changer adalah proses transaksi yang cepat dan pilihan mata uang yang lebih beragam. Beberapa tempat bahkan menyediakan pecahan uang kecil yang sering dibutuhkan wisatawan saat bepergian ke luar negeri. Meski begitu, kamu tetap harus berhati-hati dalam memilih tempat penukaran uang. Pastikan money changer tersebut resmi dan memiliki izin usaha agar transaksi lebih aman. Hindari menukar uang di tempat yang mencurigakan karena risiko uang palsu masih bisa terjadi.

3. Beli valas tunai di kantor cabang bank

Ilustrasi bank (unsplash.com/Jonathan Cooper)

Kalau kamu lebih nyaman bertransaksi langsung, membeli valas di kantor cabang bank juga bisa jadi pilihan. Cara ini masih banyak digunakan karena dianggap lebih aman dan terpercaya. Biasanya, kamu hanya perlu datang ke bank dengan membawa identitas diri seperti KTP dan sejumlah uang Rupiah. Setelah itu, petugas bank akan membantu proses penukaran sesuai mata uang yang kamu inginkan.

Kelebihan membeli valas di bank adalah keamanan transaksi yang lebih terjamin. Selain itu, kualitas uang yang diberikan juga lebih terjamin keasliannya. Cara ini cocok buat kamu yang ingin membeli uang asing dalam jumlah besar. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tidak semua kantor cabang menyediakan stok mata uang asing lengkap setiap hari. Karena itu, ada baiknya kamu menghubungi bank terlebih dahulu sebelum datang agar gak kecewa.

4. Apakah valas bisa dicairkan?

Ilustrasi uang cash (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Banyak orang bertanya apakah tabungan valas bisa dicairkan kapan saja. Jawabannya tentu bisa. Tabungan valas dapat ditarik kapan saja, baik dalam mata uang asing melalui transfer maupun dalam bentuk Rupiah dengan pemindahan dana ke rekening Rupiah. Hal ini membuat valas cukup fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan. Misalnya untuk transaksi internasional, biaya pendidikan luar negeri, sampai kebutuhan perjalanan.

Namun, saat mencairkan valas ke Rupiah, nilai yang diterima akan mengikuti kurs saat pencairan dilakukan. Jadi, kalau kurs sedang turun, nilai uang yang kamu dapat juga bisa ikut berkurang. Karena itu, penting untuk memantau pergerakan nilai tukar sebelum mencairkan dana. Selain itu, beberapa bank juga menerapkan biaya administrasi atau batas minimal saldo untuk rekening valas. Jadi, pastikan kamu memahami aturan dari bank yang digunakan agar transaksi tetap nyaman.

Cara membeli valas sekarang semakin mudah karena bisa dilakukan secara digital maupun langsung lewat bank dan money changer. Setiap metode punya kelebihan masing-masing, mulai dari kepraktisan, keamanan, hingga kurs yang lebih kompetitif. Supaya lebih untung, kamu sebaiknya rutin memantau pergerakan kurs dan memilih tempat pembelian yang terpercaya. Dengan begitu, kebutuhan transaksi luar negeri atau investasi valas bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team