ilustrasi budgeting bulanan (pexels.com/Olia Danilevich)
Setelah membaca ulasannya, kamu hanya memiliki 40% gaji yang bisa digunakan untuk memenuhi biaya hidup, sedangkan 60% sisanya untuk hal-hal di luar kebutuhan konsumtif. Untuk menyiasatinya, fokuslah untuk menyusun budgeting pada kategori 40% tersebut.
Utamakan untuk kebutuhan yang sifatnya pokok. Jika terdapat sisa, baru gunakan untuk memenuhi keinginan non primer. Pandai-pandailah dalam menghemat pengeluaran, misalnya dengan membawa bekal dan air putih dari rumah, mengurangi belanja yang sifatnya impulsif dan jangan hindari membeli sesuatu di luar rencana.
Meski berat, tetapi semuanya akan menjadi mudah jika kamu berusaha membiasakannya. Dengan menggunakan konsep alokasi gaji 40-30-20-10, kamu akan memiliki aset dan tabungan masa depan. Jadi, mulai sekarang, jangan habiskan gajimu hanya dalam waktu satu bulan, ya.
Apa itu metode alokasi gaji 40-30-20-10? | Metode ini adalah cara membagi penghasilan bulanan menjadi empat bagian berdasarkan persentase tertentu untuk mengatur keuangan secara bijak. |
Berapa persen dari gaji yang digunakan untuk biaya hidup? | Sekitar 40% dari gaji digunakan untuk biaya hidup sehari-hari termasuk kebutuhan pokok hingga hiburan ringan. |
Apa yang dimaksud dengan 30% gaji untuk cicilan? | Alokasi 30% dari gaji diperuntukkan membayar cicilan produktif seperti KPR, kendaraan, atau biaya sewa jika kamu belum memiliki tempat tinggal sendiri. |
Untuk apa 20% gaji biasanya disisihkan? | 20% dari gaji dipakai untuk mempersiapkan masa depan seperti menabung dana darurat, asuransi, dan investasi. |
5. Alokasi apa yang dimaksud dengan 10% terakhir? | 10% dari gaji dialokasikan untuk aktivitas sosial seperti beramal, sedekah, atau membantu keluarga yang membutuhkan. |