Menjelang Lebaran, para pekerja di Indonesia menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai tambahan pemasukan yang biasanya cair setahun sekali. Dana ini kerap langsung dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi, mulai dari mudik, belanja kebutuhan keluarga, hingga berbagi dengan orang terdekat. Padahal, di tengah kondisi pasar 2026 yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian global, THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat strategi keuangan jangka panjang.
Salah satu langkah strategis yang bisa kamu lakukan adalah menjadikan THR sebagai alat untuk melakukan rebalancing portofolio investasi. Rebalancing penting supaya komposisi aset tetap selaras dengan tujuan dan profil risiko yang sudah kamu tetapkan sebelumnya. Lalu, bagaimana cara menggunakan THR untuk rebalancing secara tepat, terukur, dan tetap realistis dengan kebutuhan Lebaran? Simak sembilan langkah berikut agar keputusanmu lebih matang!
