Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-13 at 4.20.02 PM.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan layanan One Stop Solution Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI di aplikasi BRImo. (dok. BRI)

Intinya sih...

  • Proses pensiun lebih efisien tanpa ke kantor cabang.

  • BRI memperdalam transformasi digital untuk inklusi keuangan jangka panjang.

  • Kelola dana pensiun lebih mudah dengan layanan end-to-end DPLK BRI di BRImo.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kesadaran untuk mempersiapkan masa pensiun kian bertumbuh seiring meningkatnya literasi keuangan dan kemajuan teknologi digital. Merespons hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan layanan One Stop Solution Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI di aplikasi BRImo.

Melalui super apps BRImo, BRI memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengelola dana pensiun secara mudah dan fleksibel. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperluas akses keuangan jangka panjang dan menghadirkan solusi investasi masa depan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

1. Prosesnya efisien, tanpa harus datang ke kantor cabang

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan layanan One Stop Solution Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI di aplikasi BRImo. (dok. BRI)

Komitmen BRI untuk memberikan kenyamanan bagi nasabah diwujudkan melalui konsep one stop solution pada fitur BRIFINE di super apps BRImo. Layanan ini memfasilitasi pembukaan akun baru, pembayaran iuran, dan top up saldo, sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memantau perkembangan investasi dan historical return kapan saja dan di mana saja.

Bagi peserta yang telah memasuki masa pensiun, baik normal maupun dipercepat, pengajuan klaim manfaat pensiun kini dapat dilakukan sepenuhnya melalui super apps BRImo dengan proses yang efisien dan tanpa keharusan datang ke kantor cabang. Menu “Status Klaim” juga disediakan untuk memantau tahapan pencairan dengan estimasi waktu maksimal tiga hari kerja.

2. Memperdalam transformasi digital

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan layanan One Stop Solution Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI di aplikasi BRImo. (dok. BRI)

Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menegaskan bahwa perluasan fitur DPLK melalui super apps BRImo merupakan langkah strategis BRI untuk memperdalam peran transformasi digital sebagai penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan agenda perseroan untuk memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi jangka panjang.

“Transformasi digital bagi BRI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak sosial luas. Melalui fitur DPLK BRI di super apps BRImo, masyarakat tidak hanya dimudahkan dalam menyiapkan dana pensiun, tetapi juga didorong untuk membangun kesadaran finansial jangka panjang. Inisiatif ini merupakan wujud konsistensi BRI untuk memperluas kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

3. Kelola dana pensiun jadi lebuh mudah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan layanan One Stop Solution Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI di aplikasi BRImo. (dok. BRI)

Pada kesempatan lain, Ketua Pengurus DPLK BRI Arie Sus Miyanti menjelaskan bahwa dengan adanya layanan end-to-end DPLK BRI di BRImo ini akan semakin memudahkan nasabah untuk menyiapkan dan merencanakan dana pensiunnya dari awal pendaftaran, iuran, monitoring saldo hingga pencairan manfaat pensiun nanti. “Semua ada dalam satu aplikasi, praktis, transparan, dan sesuai kebutuhan generasi digital saat ini,” tambahnya.

Dalam 4 tahun terakhir, DPLK BRI memiliki pertumbuhan absolut tertinggi dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 15,10 persen dibandingan industri dengan rata-rata sebesar 10,16 persen. Assest Under Management (AUM) DPLK BRI pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp30,63 triliun tumbuh Rp3,72 triliun dibandingkan Desember 2024. (WEB)

Editorial Team