Danantara Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN sebagai upaya menyelaraskan visi dan arah kebijakan digitalisasi di seluruh ekosistem badan usaha milik negara (BUMN). Forum tersebut dipimpin Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, dan dihadiri sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN dari berbagai sektor strategis. (dok. Danantara)
Danantara menyebut transformasi digital BUMN tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga mencakup model bisnis, pengalaman pelanggan, tata kelola data, hingga operasional perusahaan.
Melalui integrasi platform, teknologi, dan layanan bersama, transformasi digital diharapkan mampu memperkuat sinergi antar-BUMN sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Pada sejumlah area dengan tingkat duplikasi tinggi seperti belanja teknologi, lisensi, dan infrastruktur digital, Danantara memperkirakan efisiensi yang dihasilkan dapat mencapai 25 hingga 40 persen tergantung kesiapan masing-masing BUMN.
“Danantara Indonesia memiliki peran sentral untuk menyelaraskan arah, platform, talenta, dan tata kelola agar setiap inisiatif digital di BUMN tidak berjalan secara terpisah, melainkan mampu menghasilkan efisiensi, peningkatan kinerja, serta nilai tambah kolektif bagi negara. Penyelarasan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing BUMN di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri yang semakin cepat,” ujar Sigit Puji Santosa.